Goodbye my teacher
Seorang guru itu memang adalah seorang manusia yang tidak dapat terlepas dari kehidupan dunia pendidikan mulai dari masa prasekolah hingga masa-masa mahasiswa. Aku disini sebagai seorang gutu pun juga tidak pernah luput dari merasakan menjadi seorang murid. Bahkan aku sempat melihat suatu ungkapan ‘Semua guru dulunya adalah murid’. Yah mungkin dari sini bisa ditebak aku hendak membicarakan masalah guru.
Kisah ini berawal dari aku memiliki seorang guru yang memang sudah menjadi panutan untuk diriku walaupun hanya sedikit saja atau banyak tetapi memang guruku yang satu ini sudah banyak menggoreskan warna di dalam kanvas hidupku. Mulai dari kisahku waktu dahulu yang malas berlatih piano oleh karena tidak dapat menguasai satu lagu yang memang susahnya minta ampun atau mulai dari kisah motivasi yang keluar dari bibirnya yang tiada pernah berhenti keluar untuk memotivasi diriku ini.
Aku masih teringat suatu kisah yang mana aku sempat membuat dirinya menangis terharu oleh karena diriku ini. Hahaha… ternyata aku bisa juga membuat seseorang terharu ya. Hehehhe…. Kisah itu terjadi waktu kita ke Hongkong bersama untuk menghadiri acara lomba piano tingkat Asia. Waktu itu aku didaftarkan oleh guruku itu untuk mengikuti lomba piano tingkat Asia. Wow!!! Susahnya minta ampun deh. Hahaha… Waktu itu aku masih teringat dengan kisah aku harus berbaring di waktu menunggu penampilanku oleh karena aku ternyata terkena sakit liver. Waktu itu tidak tahu ada angin apa aku harus mengalami sakit liver di negeri orang lagi. Aduh… mana obat disana juga mahal. Wew… alhasih aku harus mengalami waktu-waktu di Hongkong dengan kurang menyenangkan karena aku harus mengalami sakit itu.
Singkat cerita dari sana aku harus beristirahat total di hotel dan tidak dapat berlatih piano untuk kompetisiku tersebut. Yah… Guruku waktu itu hanya mengatakan padaku kalau menang kalah itu sudah biasa yang penting kamu hanya memberikan yang terbaik saja. Hahaha,…. Memang kata-kata motivasi yang sampai sekarang juga sering aku gunakan untuk para muridku. Akhirnya di akhir cerita aku harus berkompetisi hari itu. Waktu itu aku masih ingat dengan jelas kalau aku harus tampil di depan para juri dari berbagai Negara. Singkat cerita aku ini adalah kontestan nomer 5 dari 15 negara lainnya. Hehehe… Wahhh… Luar biasa ya… Soalnya waktu itu aku sudah masuk final loh… Hehehehe. Udah masuk final tapi masih saja sakit sampe aku nggak bisa latihan… Wew…. Waakkakakakak…. Yah singkat cerita ternyata dari sana aku melihat 5 kontestan lainnya. Tak kusangka dan takkuduga sama sekali kalau mereka memainkan lagu yang standardnya di atas rata-rata.. Wadohhh… Aku ini ngak nyangka sama sekali padahal aku cuman nyiapin lagu tingkat Indria… Wew… Tingkat Indria itu tingkat kira-kira sama kayak tingkat SMP dalam sekolah umum lah… Hahaha…Nah semuanya disana itu lagi main tingkat semester 1 piano… Wew… ampun2 deh…. Wakakakak. Tapi keanehan yang terjadi itu aku malah jadi juara disana padahal aku sudah berharap dengan sangat kalau memang aku nggak bisa jadi juara dan aku pasti akan pulang dengan segudang kegagalan yang akan aku sesali seumur hidup deh… Hiks2… Hhahahah tapi kenyataanya aku menjadi juara di dalam kompetisi itu. Di satu sisi aku sempat melihat guruku yang luar biasa itu menangis mendengar aku menjadi juara di kompetisi itu dan dia sangat tidak menyangka kalau aku bisa menjadi juara. Thanks a lot my teacher….
Selain kisah itu masih ada kisah lagi yang selalu aku ingat yaitu dia sempat mengajakku ke dalam sebuah perkumpulan sel walaupun itu hanya ibadah sel kecil-kecilan dimana hanya seperti pengucapan syukur atas adanya rumah baru, namun dia sempat membawaku kesana dan dari sana itu aku mulai mengenal gereja dan dari sana aku mulai dibawa ke gereja sampai akhirnya aku bisa dibaptis dan aku bisa bertobat. Hahahaha… Mungkin dari sana itu yang menginspirasi aku untuk membawa semua muridku pada Tuhan ya. Hehehe… Jadi kalau nggak percaya coba aja Tanya pada semua muridku pasti mereka minimal satu kali aku ajak ke gereja. Hahaha…. Luar biasa ya guru yang satu itu.
Entah ada angin apa atau ada masalah apa, aku mendengar kabar tak terduga dari guruku ini kalau dia sudah tiada. Padahal aku masih ingat dengan jelas kemarin dia sempat bertemu dengan aku dan bertanya mengenai bagaimana membuat anak yang malas ke sekolah menjadi bersemangat lagi ke sekolah. Aku masih ingat dengan jelas dia menanyakan hal itu. Yah memang waktu bergulir dengan sangat cepatnya sehingga kita tidak dapat lagi mengulanginya walau hanya satu detik ke depan saja. Tapi biarkan kenanganku dengan guruku ini menjadi salah satu pertanda bahwa aku pernah menemukan satu guru yang berkesan di hatiku dan itulah yang menginspirasi aku untuk menjadi guru.
Thanks a lot my teacher, you have done well and farewell for you…..
on June 17th, 2009 at 5:01 am
wihhhh sebuah kisah yg sangat mengharu birukan…hixhixhix…
keren pol loh ko ceritamu yg ini….isa kayak cerita di komik2, kisah di novel2, aur di film2…sungguhan ^^v
tu kisah pertobatanmu ta ko??kok sangar gt yah…
wes sakit jek isa menang kompetisi di HK…apalagi ne ga sakit isa menang juara lomba piano sedunia tu…plok plok plok =D bangganya punya guru seperti dirimu ko…masio lebai, tapi km jg dapat memberi inspirasi loh….pokoe guru yg baek lah…
ntar lebih byk byk murid2 mu ke grj yah…jd peneruse guru mu yg telah tiada tu….aduhhh sungguhan kayak amanat agung dari guru mu yah isa tanya “bagaimana membuat anak yg males skul jd semangat skul lagi” tuhh pesen terakhir yg penting…sbg seorang psikolog km kudu bisa membuat anak dgn kebiasaan buruk mau berubah mjd anak yg baek..hehehehe…keep up the good work yah!! I’m proud of u my teacher…..(n_n)v