The Travelling Musician

December 11th, 2008

Welcome Home (You)

Posted by kokoloong in Uncategorized

When I left home to be who I am
Some people said “No Way”
But I laid it all down, gave everything
In my head rang the words that my father said

You’re never far
I will be where you are
and when you come to me
I will open my arms

Welcome Home, you
I know you by name
How do you do?
I shine because of you today
So come and sit down
Tell me how you are
I know son, it’s good just to see your face.

When I look at you holding my heart
I will give to you all that I have
Son I know there’ll be times
You will feel all alone
I will share with you the words my father said

You’re never far
I will be where you are
and when you come to me
You can bet I will open my arms

Welcome Home, you
I know you by name
How do you do?
I shine because of you today
So come and sit down
Tell me how you are
I know son, it’s good just to see your face

Said I’ve been waiting for that day
Just to feel your warm embrace
Your love has shown
I will never be alone
You will welcome me home

I’ll forever be
You will say to me
Welcome Home, you
I know you by name
How do you do?
I shine because of you today
So come and sit down
Tell me how you are
I know son, it’s good just to see your face

When I left home to be who I am
Some people said “No Way”

Welcome Home (You) by Brian Littrell

Entah kenapa aku diingatkan kembali perasaan pulang kampung yang sebenarnya itu. Rasanya aku benar-benar merasakan apa yang dirasakan oleh sang anak bungsu ketika dia pergi meninggalkan Bapanya untuk pergi menemui keadaan dunia baru yang sebenarnya bukan dunia yang indah. Keindahan dunia luar itu hanyalah bujukan semu saja dari semua keindahan dunia ini yang sedang hancur oleh karena kebobrokannya.

Aku menemui seseorang yang keadaannya hancur dan bisa dibilang dia sangat mengenaskan bahkan lebih daripada aku ini. Aku sudah mengajaknya untuk pulang kembali ke rumah namun dia tak sanggup untuk pulang. Sebenarnya bukan karena kita ini terlalu kotor atau kita ini terlalu parah untuk kembali kepada kenyataan hidup yang sejati, namun kita sebagai seorang manusia selalu saja dihantui dengan perasaan bahwa kita ini makhluk yang tidak berguna dan tidak layak untuk kembali kepada kenyataan hidup yang sejati.

Sebenarnya aku hendak menyatakan sekali lagi pertanyaan yang aku selalu lontarkan “Kalau kamu tidak mau kembali sekarang kepada kenyataan yang sebenarnya, maka apa kamu mau terus menerus masuk kedalam kebohongan yang tidak berujung itu? Semakin kamu memasuki dunia tanpa ujung itu, semakin hancur pula hidupmu dan semakin kacau pula keadaanmu. Bahkan keinginan untuk kembali lagi kepada kenyataan hidup yang sebenarnya bisa saja menjadi lebih parah daripada yang sebenarnya.” Kalau menurutku sih, selama kita masih sadar dan selama kita ini bisa sadar bahwa kita ini sudah terlalu jauh untuk kembali pada kebenaran yang sesungguhnya, lebih baik kita kembali dengan kemungkinan untuk keluar dari jurang keterpurukan itu lebih sedikit daripada kita tidak akan keluar dari jurang keterpurukan kita itu dan terus menerus menuju kedalam kekelaman dunia yang semakin tidak berujung ini.

Yah…. Semua keputusan memang berada di tangan setiap orang. Namun alangkah lebih indahnya bila kita langsung menyadari keadaan kita waktu kita sudah sadar bahwa kita sudah terhilang terlalu jauh dan kita cepat-cepat kembali daripada jurang tanpa akhir itu akan membawa kita kepada keadaan yang tidak ada pangkalnya….. Selama kita masih sadar bahwa kita harus kembali hendaknya kita cepat-cepat kembali walaupun kita tidak ada tenaga lagi untuk kembali. Bila kamu memang punya tenaga untuk kembali dengan berlari maka berlarilah, kalau tidak ada berjalanlah, kalau kau masih tak sanggup lagi, merangkaklah, kalau kau taksanggup lagi hanya menolehlah saja! Itu sudah termasuk langkah awal yang luar biasa daripada kau diam di tempat dan melanjutkan langkahmu lagi pada pangkal ketiadaan.



Leave a reply