Music fot Musician
Hmmm….
Pernahkah kita berpikir dan berkhayal tentang seorang musikus? Hmmm Kalau terlalu membingungkan untuk ukuran seorang musikus bagaimana kalau kita ganti dengan nama seorang pemain musik. Contohnya saja piano…. Hehehe…
Aku sebagai seorang pemain piano seringkali disuruh untuk memainkan sebuah musik yang lembut dan menenangkan jiwa bagi seseorang. Misalnya saja kalau ada acara kumpul-kumpul sodara entah kenapa kok aku selalu saja jadi biang keroknya ya… Wew…. Sodaraku banyak juga yang bisa bermain piano apalagi yang cewek-cewek itu kan memang penggemar berat alat musik jadi lebih pasti bisa bermain musik daripada aku. Hehehe…. Tapi entah kenapa kok selalu saja aku yang disuruh untuk bermain piano di acara itu ya… wew…. Apa karena aku ini pernah menjuarai kompetisi piano di Hongkong itu ya sehingga sodara-sodaraku menganggapku adalah pemain piano utama setelah itu baru sodara-sodaraku yang lain. Wakakakakkaka
Tapi aku sih kalau mengenai masalah itu sih biasa-biasa aja sih. Wakkakakaka… sampai aku sendiri mendengarkan permainan piano dari temanku yang bisa dibilang permainan piano yang sangat simple sekali. Entah kenapa pada waktu aku mendengarkan piano itu, beda sekali ya perasaannya dengan pada waktu aku sendiri yang bermain piano. Entah karena ada apa di balik itu atau ada angin apa yang membuat permainan piano itu terasa begitu menyayat hati. Padahal kalau mau dilihat permainan pianonya biasa saja lo. Atau mungkin bisa dibilang sangat simple bagiku. Wakakkakaka… Tapi mungkin aku perlu untuk mendengarkan orang lain bermain piano dan beristirahat sejenak dari permainan pianoku sendiri yang aduhai ya… wakkakakakakkakak
Ho……. Dari sini aku benar-benar belajar bahwa yang namanya seorang musikus itu memang kuat sekali ya. Hohoohohoh… Bagaimana tidak kuat? Mereka harus bisa memainkan lagu untuk orang lain dimana mungkin orang lain belum tentu bisa memberikan permainan musiknya pada seorang musikus tersebut. Namun, ada satu pelajaran yang aku tangkap dari kisah ini. Di balik kekuatan dan kemampuannya untuk bermusik, musikus tersebut juga pasti butuh musik dari orang lain. Walaupun mungkin musik dari orang lain tersebut sangat minimal nilainya daripada permainan musiknya sendiri. Sesekali seorang musikus yang tangguh bahkan perlu mendengarkan permainan piano dari seorang anak kecil yang polos dimana memang permainan musik dari anak kecil tersebut adalah tulus dari lubuk hatinya untuk orang lain… wahh… Benar-benar menyentuh ya… Hehehehhe
NGgak usah jauh-jauh deh contohnya. Dimulai dari aku dulu saja deh, waktu aku mendengarkan musik sederhana dari orang lain tersebut rasanya hatiku yang gundah ini bisa ditenangkan hanya dengan satu tekanan tuts piano yang ringan lo. Hehehehe
YAh kalau dari kisah musik saja setiap orang butuh musik dari orang lain, rasanya memang dalam kehidupkan kita sendiri pun kita ini butuh uluran tangan orang lain. Bahkan mungkin seseorang yang sangat kuat sekalipun, mereka terkadang butuh pertolongan yang sangat simple dari orang lain. Nggak usah terlalu muluk-muluk deh…. Pertolongan simple seperti kata-kata yang menguatkan saja itu bisa membuat hati yang lelah bisa terbangun sedikit saja kok. HEhehe…..
Yah, walaupun aku sendiri sudah mengetahui kebenaran ini, bahwa setiap orang butuh orang lain untuk dikuatkan, tetapi aku pingin sekali lagi menyatakan bahwa kita ini memang butuh orang lain dan tidak mungkin hidup sendiri. Walaupun kamu sekuat gajah atau kamu lebih kuat daripada seorang Ade Rai sekalipun, diri kita ini nggak bisa memungkirinya bahwa memang kita ini butuh pertolongan dari orang lain. Walaupun pertolongan tersebut bisa dibilang sangat simple dan sangat tidak berarti apa-apa.
Hanya kata terakhir yang sangat sederhana…. MArilah kita saling bertolong tolongan satu dengan yang lain. KArena bukankah dunia ini lebih indah kalau ditemukan orang yang satu dengan yang lainnya saling mengerti dan saling menolong ^^
NB : Terlalu simple ya blogku kali ini. HEheheheh… Tapi aku dapet inspirasi aja jadi spontan langsung nulis deh… Hehehehe