The Travelling Musician

December 23rd, 2008

Short poem

Posted by kokoloong in Uncategorized

Tatkala langit menampilkan kebiruan dari pantulan lautan bak membiru jingga

Satu tanda kulihat dari rangkaian para burung yang menari di kumpulan awan nan putih merona

Dirimu tak kunjung kembali juga

Walau kunanti hingga akhir saatku menutup mata

Kusadari dikala kau menjauh kesana

Ahh….. akankah kita bersama

Walau hanya sekali lagi saja?

Tapi biarkan aku hanya menatap tanpa arah

Hanya aku yang tak mampu menandingi keindahanmu yang mempesona

Tuhan mengapa harus dia?

Tak adakah seorang lain yang menggantikannya?

Biarkan aku membuatmu menjadi kenangan tanpa suka

Hanyalah keabadian dari duka dan lara

Mampukah aku bertahan hingga akhirnya

Berdiri tegar tanpa menatap pada dirinya

Sudahlah ku tak akan lagi menginginkanmu lagi untuk yang kedua….

Entah mengapa hatiku rasanya tersayat-sayat kembali di waktu-waktu ini. Entah mengapa kenangan yang indah dan kenangan pahit itu menjadi satu di dalam jiwa ini. Sudah berapa kali aku mencoba untuk melupakan dan tidak lagi melintasi keindahan bersama dengannya. Namun entah ada sesuatu yang ada di dalam diriku ini yang tidak dapat aku pungkiri kalau aku memang sedang merindukannya. Tapi aku hanya bisa bilang kalau aku tetap berada di dalam masa-masa seperti ini terus dan aku tetap berada di masa lampau mengingat terus akan kehadiranmu di dalam hidupku yang membeku ini, aku tak akan maju dan aku akan tetap berada di dalam kenangan itu tanpa ada kemajuan terus.

Jadi mungkin aku agak sedikit kejam terhadapmu kali ini namun aku mau agar tidak hanya aku yang egois bahwa aku mau maju sendiri tetapi aku mau kalau kita berdua bisa maju dan tidak terhambat oleh hambatan apapun. Biarkan kita maju dan tidak terhambat oleh kenangan ini. Nah sekarang saatnya maju. Maafkan aku apabila di waktu-waktu ke depan mungkin aku agak sedikit tidak enak terhadapmu atau aku juga bisa mengerti keadaan kalau tiba-tiba saja kau tidak mau berjumpa lagi denganku.

December 22nd, 2008

My little memories about you

Posted by kokoloong in Uncategorized

Mengapa aku harus mengenalmu dan mengapa aku harus pernah dekat dengan orang sepertimu?

Mungkin pertanyaan itu yang kerap kali aku sampaikan dan pertanyaan itulah yang selalu saja terlintas dalam benakku. Aku selalu berpikir banyak kali tentang satu sahabat, atau teman, atau bisa juga mantan, atau apapun aku tak tahulah. Hubungan yang tidak jelas dan kurang dapat dimengerti itu bisa menjadi tumpuan dari bermilyar pertanyaan mengenai hubunganku denganmu.

Tak dapat kupungkiri hatiku selalu saja teriris-iris dan tersayat sampai rasanya seluruh getah bening dan semua sum-sum tulang belakangku juga tergores bahkan tidak sedikit dari sel-sel otakku mulai pecah dikalaku mengingat akanmu. Apakah aku tak pernah menangis karena mengingatmu? Berapa kali aku tak mampu mengistirahatkan jantung, pikiran, dan mataku diwaktuku menatap gelap bintang malam yang selalu bersinar dan dinginnya angin malam yang berlari melewati setiap jengkal kulitku?

Ah…. Aku merasa berada di Negara yang lain dikalaku mengingat kembali mengenai kenangan bersama denganmu. Tetapi apakah yang bisa aku ambil dari hubunganku denganmu? Terus menerus aku tersayat dan aku termakan oleh keingininanku sendiri dan kemauanku bersama selalu denganmu sajakah hatiku ini? Mungkin lebih baik ditampar dengan tahi kerbau itu menjadi pilihan terbaik daripada aku harus menyakiti hatiku terus menerus demi dirimu.

Sudahlah angin malam! Ini adalah waktuku terakhir mengingat akanmu. Biarkan aku terlelap dalam indahnya mimpi yang takkunjung menjadi kenyataan dihampiri dengan keindahan mentari senja dikalaku melihat kembali sosokmu yang tak kunjung menoleh kepada diriku lagi. Biarkan aku selalu melihat punggungmu yang tak akan lekang oleh kehangatan diriku yang ingin melihat wajahmu walau hanya dalam khayal saja.

NB : Aku jadi romantis banget ya…. Dah…. Ini puisiku yang mungkin ini adalah puisi terakhir dariku untuk dirimu ya…. Hmmmm… Bukan aku benci sama kamu atau apa tapi aku rindu sama kamu tapi biarkan aku mengungkapkan apa yang nggak bisa aku ungkapkan disini…. Biarkan aku tetap dalam rinduku yang tidak akan aku gantikan dengan apapun selain kenangan akanmu yang sangat indah….. ^^v

December 11th, 2008

Welcome Home (You)

Posted by kokoloong in Uncategorized

When I left home to be who I am
Some people said “No Way”
But I laid it all down, gave everything
In my head rang the words that my father said

You’re never far
I will be where you are
and when you come to me
I will open my arms

Welcome Home, you
I know you by name
How do you do?
I shine because of you today
So come and sit down
Tell me how you are
I know son, it’s good just to see your face.

When I look at you holding my heart
I will give to you all that I have
Son I know there’ll be times
You will feel all alone
I will share with you the words my father said

You’re never far
I will be where you are
and when you come to me
You can bet I will open my arms

Welcome Home, you
I know you by name
How do you do?
I shine because of you today
So come and sit down
Tell me how you are
I know son, it’s good just to see your face

Said I’ve been waiting for that day
Just to feel your warm embrace
Your love has shown
I will never be alone
You will welcome me home

I’ll forever be
You will say to me
Welcome Home, you
I know you by name
How do you do?
I shine because of you today
So come and sit down
Tell me how you are
I know son, it’s good just to see your face

When I left home to be who I am
Some people said “No Way”

Welcome Home (You) by Brian Littrell

Entah kenapa aku diingatkan kembali perasaan pulang kampung yang sebenarnya itu. Rasanya aku benar-benar merasakan apa yang dirasakan oleh sang anak bungsu ketika dia pergi meninggalkan Bapanya untuk pergi menemui keadaan dunia baru yang sebenarnya bukan dunia yang indah. Keindahan dunia luar itu hanyalah bujukan semu saja dari semua keindahan dunia ini yang sedang hancur oleh karena kebobrokannya.

Aku menemui seseorang yang keadaannya hancur dan bisa dibilang dia sangat mengenaskan bahkan lebih daripada aku ini. Aku sudah mengajaknya untuk pulang kembali ke rumah namun dia tak sanggup untuk pulang. Sebenarnya bukan karena kita ini terlalu kotor atau kita ini terlalu parah untuk kembali kepada kenyataan hidup yang sejati, namun kita sebagai seorang manusia selalu saja dihantui dengan perasaan bahwa kita ini makhluk yang tidak berguna dan tidak layak untuk kembali kepada kenyataan hidup yang sejati.

Sebenarnya aku hendak menyatakan sekali lagi pertanyaan yang aku selalu lontarkan “Kalau kamu tidak mau kembali sekarang kepada kenyataan yang sebenarnya, maka apa kamu mau terus menerus masuk kedalam kebohongan yang tidak berujung itu? Semakin kamu memasuki dunia tanpa ujung itu, semakin hancur pula hidupmu dan semakin kacau pula keadaanmu. Bahkan keinginan untuk kembali lagi kepada kenyataan hidup yang sebenarnya bisa saja menjadi lebih parah daripada yang sebenarnya.” Kalau menurutku sih, selama kita masih sadar dan selama kita ini bisa sadar bahwa kita ini sudah terlalu jauh untuk kembali pada kebenaran yang sesungguhnya, lebih baik kita kembali dengan kemungkinan untuk keluar dari jurang keterpurukan itu lebih sedikit daripada kita tidak akan keluar dari jurang keterpurukan kita itu dan terus menerus menuju kedalam kekelaman dunia yang semakin tidak berujung ini.

Yah…. Semua keputusan memang berada di tangan setiap orang. Namun alangkah lebih indahnya bila kita langsung menyadari keadaan kita waktu kita sudah sadar bahwa kita sudah terhilang terlalu jauh dan kita cepat-cepat kembali daripada jurang tanpa akhir itu akan membawa kita kepada keadaan yang tidak ada pangkalnya….. Selama kita masih sadar bahwa kita harus kembali hendaknya kita cepat-cepat kembali walaupun kita tidak ada tenaga lagi untuk kembali. Bila kamu memang punya tenaga untuk kembali dengan berlari maka berlarilah, kalau tidak ada berjalanlah, kalau kau masih tak sanggup lagi, merangkaklah, kalau kau taksanggup lagi hanya menolehlah saja! Itu sudah termasuk langkah awal yang luar biasa daripada kau diam di tempat dan melanjutkan langkahmu lagi pada pangkal ketiadaan.

December 2nd, 2008

A Little Story

Posted by kokoloong in Uncategorized

Sungguh suatu hari yang melelahkan bagiku…. Fiuh….. Sebenarnya sih bukan satu hari tapi satu dekade dalam hidupku ini. Entah kenapa aku merasa benar-benar keadaanku sedang kacau balaunya. Hahaha…. Banyak hal yang sangat amat tidak kukira terjadi di dalam hidupku waktu-waktu ini. Bahkan aku sempat berteriak keras sekali waktu aku sedang dalam perjalanan ke suatu tempat. Bukan karena aku ini gila atau apa tapi aku merasa penat sekali menjalani hari-hari ini. Hahaha

Hmmmm… Memang tidak dapat kuungkapkan disini bagaimana keadaanku dan apa saja yang telah terjadi tetapi aku hanya percaya kalau memang Tuhan mengijinkan aku mengalami semua ini biarlah aku sendiri yang mengalaminya dan aku akan menjadi pemenang. Hehehe… Tapi mungkin untuk menghilangkan kepenatan di dalam hatiku ini, aku akan menyampaikan sebuah cerita yang memang tidak masuk akal dan seakan-akan seperti berada di dalam sinetron tetapi kenyataan dan kebenarannya adalah seperti itu. Memang aku sendiri tidak percaya akan adanya hal ini sampai aku sendiri yang harus mengalaminya. Hahahaha……

Entah sejak kapan dan mulai kapan, aku mulai melihat kepada kocekku yang sudah mulai menipis. Wew… Kok bisa menipis sih? Padahal kan selama ini aku nggak pernah kekurangan alias aku selalu saja diberkati (Waduh… Amin2… HAhaha). Sampai aku sendiri melihat kenyataannya bahwa aku sedang kekurangan. Waktu itu ada pecahan 2 lembar 50ribu dan ada beberapa pecahan uang seribu. JAdi kalau mau ditotal mungkin semuanya sejumlah…. 104.000 rupiah gitu. Hahaha… Yah entah kenapa aku hanya memiliki sejumlah uang ini saja. Waduh2…. Gimana nih… Aku nggak tahu akan menjalani waktu-waktu ke depan dengan uang dari mana. Hehehe… Sampai singkat cerita aku memang membutuhkan uang tersebut. Yah tidak bisa dibohongi kalau dalam keadaan terdesak seperti itu, siapapun akan merasa bahwa uang sejumlah apapun akan sangat diperlukan di dalam kebutuhannya. HAhaha… Apalagi kalau aku belom isi bensin, isi pulsa, kalau ada keperluan-keperluan mendadak bagaimana nih. Apa yang harus aku lakukan. Dah… Intinya seperti itu lah. Hehehe

Singkat cerita aku memang mendapatkan telepon dari seseorang yang aku kenal cukup dekat pada suatu dekade. WAh… Namanya orang ditelepon sama teman yang cukup lama tidak bertemu, senangnya hati ini bukan main ya. Hahaha… sampai dia menceritakan keadaannya yang sedang membutuhkan uang juga. Wah…. Kok sama ya. Tapi waktu itu aku belom sempat bercerita tentang keadaanku yang memang sedang membutuhkan uang juga. Sampai aku sempat bertanya padanya seperti ini

“Terus kalau kamu nggak ada uang sama sekali itu gimana?”

“Ya sudah Ndre, aku udah 2 hari ini nggak makan apa-apa”

“Ha??? Nggak makan apa-apa? Terus kamu nggak apa-apa tuh maagmu? NTar kalau kamu meninggal gara-gara nggak bisa makan gimana?”

“Eh tenang aja lagi… Tuhan itu nggak mungkin membiarkan aku meninggal dengan cara mengenaskan seperti itu lagi. KAlaupun memang iya aku harus meninggal dengan cara seperti itu, aku percaya pasti semua pekerjaanku di dunia ini sudah habis makanya Tuhan cepet-cepet manggil aku biar ketemu sama Dia”
“HAh??? YAng bener aja ya… Kamu nggak minta sama ortu kamu ta? KAmu bener-bener butuh uang lo ini!”

“WAh nggak mungkin NDre, dengan keadaan keluargaku yang lagi kacau gini aku kan nggak mungkin minta uang ke mereka”

“WAduh-waduh…. Gini aja deh. Kamu kesini aja terus nanti aku bantu kamu lah daripada kamu harus kelaparan kayak gitu”

“HAhahaaha… Tiket darimana? Aku nggak ada uang sama sekali lo….”

“……………. Yah…. Terdoa sajalah… Aku hanya bisa dukung kamu dalam doa ya…”

Singkat cerita aku memang benar-benar terkesan dengan kisahnya ini. SEmpat memang aku meminta nomer rekeningnya dia untuk aku kirimin uang tapi dia benar-benar menolak bujukanku itu. WAduh…. Gimana ya… aku sih terus terang nggak tega kalau sampai seperti itu. Kalau memang masih ada keluarga yang mau menampung dia atau dia masih bisa bertahan hidup karena ada pekerjaan, aku nggak akan mau menawarinya memberikan nomer rekeningnya untuk aku transfer uang. Tapi di satu sisi aku sendiri pun sedang mengalami masalah keuangan lo. Waduh-waduh… Kok pas banget ya. HAhahaha…

KAlau ceritaku kehilangan uang sih gimana ya… Yah memang sih selama ini aku sedang bokek dan aku belom mendapatkan kerjaan yang pas untuk diriku sendiri. Aku dengan semua dan segala rencanaku harus memundurkan diriku sendiri sampai dollar benar-benar turun karena keluargaku sedang berada dalam masa-masa titik balik oleh karena dollar yang terus menerus membengkang. Wakakkakakak… Bahakan aku sendiri pun nggak mau meminta uang dari orangtuaku karena hal ini. Hahaha… Sedih memang hatiku kalau aku harus melihat diriku sendiri. Aku yang biasanya bisa memberkati banyak orang dengan keuanganku sendiri tapi di kali ini aku sendiri yang harus berjuang mati-matian untuk mendapatkan uang entah dengan bagaimana caranya. HAhahaa…. BAhkan aku sendiri kalau mau ditanyain harus melangkah kemana aku sendiri nggak tahu karena memang sudah berada pada jalan yang sedikit buntu. Hehehehe… Yah…. Karena keuangan keluargaku benar-benar terpuruk kali ini.

MEmang dulu keluargaku sempat mempunyai hutang pada bank dan semua itu sudah bisa diatasi tetapi untuk karena dollar yang naik ini, keluargaku harus mengalami masalah yang sama untuk kedua kalinya. HAhaha…. Bahkan aku sempat juga mendengar dari kedua orangtuaku kalau aku harus mengurungkan beberapa cita-citaku oleh karena masalah keuangan ini ya aku harus bisa menerima kenyataannya dan aku harus bisa menghargai keputusan orangtuaku itu. Hehehe…. Yah di satu sisi memang ada kekecewaan karena semuanya tidak berjalan selancar yang aku mau tapi daripada terus menerus meratap lebih baik bagaimana kita menyingkapi semuanya itu deh. Hahaha…..

Melihat keadaan ekonomiku yang juga sedang berada di ambang batas ini, aku juga diberikan pandangan tentang temanku yang juga mengalami masalah keuangan itu. Wah-wah… Kalau aku mau jadi orang egoispun juga bisa. Karena aku juga bisa mengatakan kalau aku sedang mengalami hal yang sama. Tetapi lebih baik aku memilih jalan untuk berdiam diri dan mendengarkan kisah cerita perjalanan hidupnya saja daripada aku yang harus berkata-kata. HEhehe… Sampai aku menemukan satu titik dimana akhirnya dia bisa memberikan nomer rekeningnya padaku. Saat itu aku hanya bisa bilang kalau ini hanyalah basa basi saja dariku dan aku sempat juga mengatakan bahwa aku tidak berjanji untuk memberikan sejumlah uang yang sedang dia butuhkan. Hehehe…. Tapi aku hanya meminta nomer rekeningnya saja kok. Hehehe…

Waktu aku sudah mendapatkan nomer rekeningnya, aku sempat juga berkata dalam hatiku sendiri bahwa aku ini sedang menanggung masa depan seseorang di depanku. Bisa saja aku tidak memberikan sejumlah uang yang dia minta. Aku punya segudang alasan kalau aku memang tidak jadi memberikan sejumlah uang yang dia inginkan dan aku juga bisa melontarkan segunung pertanyaan kenapa dia tidak mau berusaha sendiri. Tetapi entah kenapa pada waktu itu hatiku berkata lain tentang keadaanku. Memang aku punya berbagai macam alasan untuk menyatakan keadaanku dan aku punya segunung pembelaan untuk mengurungkan semua niatku itu jikalau dilihat dari keadaanku ini. Hehehe… Sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk mentransferkan uangku di dompet yang kini hanya tinggal 50.000 itu. Wah…. Bagaimana kelanjutan kisahku dong setelah itu? Wawakkakakakakakkakaka… Aku hanya memiliki beberapa lembar uang seribu untuk menjalani hari-hariku di depan itu. Wah… Luar biasa sekali ya aku ya… Hehehehhe tapi semua itu bukan karena aku lah tetapi semua itu hanya karena aku mau mendengarkan apa itu kata hatiku yang bisa dibilang dari apa isi hati Tuhan yang sebenarnya. Aku lebih memilih untuk mendengarkan apa kata Tuhan daripada apa kata hatiku sendiri lah. Wakakkakakakkaka

MEmang waktu itu aku merasakan apa itu yang dinamakan memberi dalam kekurangan dan benar-benar inilah yang dinamakan menjadi berkat bagi orang lain. Wakakakkakakaka…. Kalau aku memberikan dari apa yang memang aku punyai itu berlebih, itu bukanlah suatu pemberian, tetapi itu adalah suatu sumbangan. Tuhan tidak meminta sumbangan tetapi pemberian. Ingat-ingat lagi nggak pernah ada Tuhan meminta sumpangan tetapi Tuhan selalu meminta persembahan dan pemberian… AHhahahahaha… Memang sampai sejauh ini aku hanya bisa berharap dan menanti datangnya keadaan yang lebih baik dan aku hanya bisa menunggu keajaiban tetapi lebih daripada itu aku hanya mau menantikan jawaban doa dari Tuhan saja lah… Hahahhaha

Kalau mau dibilang mungkin aku akan menjalani hari-hari ke depan dengan keadaan yang sangat amat berhemat dan dengan keadaan yang sangat amat pelit… Wakkakakakkak… Tapi semua itu dikarenakan hanya karena memang keadaanku sedang dalam kecukupan… Hahahhaha bukan berlebihan… Aku hanya percaya bahwa aku nggak akan pernah kekurangan, masa ini adalah kecukupan bagiku dan waktu aku bisa membagi berkatku bagi orang lain adalah masa-masa aku berkelebihan… HEhehehhehe…. yah…. Nantikan saja jawaban doa dari seorang berdosa seperti diriku tapi aku percaya kalau aku nggak mengalami keadaan pas-pasan, aku nggak akan pernah mengatakan bahwa Tuhan itu selalu memberikan mujizat bagiku… AMin… Hehehhehehehe….

Buat semuanya yang sedang mengalami masa-masa kesusahan keuangan, tetap semangat saja! Kalau kita merasa diri kita sedang kekurangan, itu salah besar! Karena kita nggak pernah kekurangan, yang ada itu adalah kata kecukupan. Ehehheheheh

December 2nd, 2008

Music fot Musician

Posted by kokoloong in Uncategorized

Hmmm….

Pernahkah kita berpikir dan berkhayal tentang seorang musikus? Hmmm Kalau terlalu membingungkan untuk ukuran seorang musikus bagaimana kalau kita ganti dengan nama seorang pemain musik. Contohnya saja piano…. Hehehe…

Aku sebagai seorang pemain piano seringkali disuruh untuk memainkan sebuah musik yang lembut dan menenangkan jiwa bagi seseorang. Misalnya saja kalau ada acara kumpul-kumpul sodara entah kenapa kok aku selalu saja jadi biang keroknya ya… Wew…. Sodaraku banyak juga yang bisa bermain piano apalagi yang cewek-cewek itu kan memang penggemar berat alat musik jadi lebih pasti bisa bermain musik daripada aku. Hehehe…. Tapi entah kenapa kok selalu saja aku yang disuruh untuk bermain piano di acara itu ya… wew…. Apa karena aku ini pernah menjuarai kompetisi piano di Hongkong itu ya sehingga sodara-sodaraku menganggapku adalah pemain piano utama setelah itu baru sodara-sodaraku yang lain. Wakakakakkaka

Tapi aku sih kalau mengenai masalah itu sih biasa-biasa aja sih. Wakkakakaka… sampai aku sendiri mendengarkan permainan piano dari temanku yang bisa dibilang permainan piano yang sangat simple sekali. Entah kenapa pada waktu aku mendengarkan piano itu, beda sekali ya perasaannya dengan pada waktu aku sendiri yang bermain piano. Entah karena ada apa di balik itu atau ada angin apa yang membuat permainan piano itu terasa begitu menyayat hati. Padahal kalau mau dilihat permainan pianonya biasa saja lo. Atau mungkin bisa dibilang sangat simple bagiku. Wakakkakaka… Tapi mungkin aku perlu untuk mendengarkan orang lain bermain piano dan beristirahat sejenak dari permainan pianoku sendiri yang aduhai ya… wakkakakakakkakak

Ho……. Dari sini aku benar-benar belajar bahwa yang namanya seorang musikus itu memang kuat sekali ya. Hohoohohoh… Bagaimana tidak kuat? Mereka harus bisa memainkan lagu untuk orang lain dimana mungkin orang lain belum tentu bisa memberikan permainan musiknya pada seorang musikus tersebut. Namun, ada satu pelajaran yang aku tangkap dari kisah ini. Di balik kekuatan dan kemampuannya untuk bermusik, musikus tersebut juga pasti butuh musik dari orang lain. Walaupun mungkin musik dari orang lain tersebut sangat minimal nilainya daripada permainan musiknya sendiri. Sesekali seorang musikus yang tangguh bahkan perlu mendengarkan permainan piano dari seorang anak kecil yang polos dimana memang permainan musik dari anak kecil tersebut adalah tulus dari lubuk hatinya untuk orang lain… wahh… Benar-benar menyentuh ya… Hehehehhe

NGgak usah jauh-jauh deh contohnya. Dimulai dari aku dulu saja deh, waktu aku mendengarkan musik sederhana dari orang lain tersebut rasanya hatiku yang gundah ini bisa ditenangkan hanya dengan satu tekanan tuts piano yang ringan lo. Hehehehe

YAh kalau dari kisah musik saja setiap orang butuh musik dari orang lain, rasanya memang dalam kehidupkan kita sendiri pun kita ini butuh uluran tangan orang lain. Bahkan mungkin seseorang yang sangat kuat sekalipun, mereka terkadang butuh pertolongan yang sangat simple dari orang lain. Nggak usah terlalu muluk-muluk deh…. Pertolongan simple seperti kata-kata yang menguatkan saja itu bisa membuat hati yang lelah bisa terbangun sedikit saja kok. HEhehe…..

Yah, walaupun aku sendiri sudah mengetahui kebenaran ini, bahwa setiap orang butuh orang lain untuk dikuatkan, tetapi aku pingin sekali lagi menyatakan bahwa kita ini memang butuh orang lain dan tidak mungkin hidup sendiri. Walaupun kamu sekuat gajah atau kamu lebih kuat daripada seorang Ade Rai sekalipun, diri kita ini nggak bisa memungkirinya bahwa memang kita ini butuh pertolongan dari orang lain. Walaupun pertolongan tersebut bisa dibilang sangat simple dan sangat tidak berarti apa-apa.

Hanya kata terakhir yang sangat sederhana…. MArilah kita saling bertolong tolongan satu dengan yang lain. KArena bukankah dunia ini lebih indah kalau ditemukan orang yang satu dengan yang lainnya saling mengerti dan saling menolong ^^

NB : Terlalu simple ya blogku kali ini. HEheheheh… Tapi aku dapet inspirasi aja jadi spontan langsung nulis deh… Hehehehe