Sungguh suatu hari yang melelahkan bagiku…. Fiuh….. Sebenarnya sih bukan satu hari tapi satu dekade dalam hidupku ini. Entah kenapa aku merasa benar-benar keadaanku sedang kacau balaunya. Hahaha…. Banyak hal yang sangat amat tidak kukira terjadi di dalam hidupku waktu-waktu ini. Bahkan aku sempat berteriak keras sekali waktu aku sedang dalam perjalanan ke suatu tempat. Bukan karena aku ini gila atau apa tapi aku merasa penat sekali menjalani hari-hari ini. Hahaha
Hmmmm… Memang tidak dapat kuungkapkan disini bagaimana keadaanku dan apa saja yang telah terjadi tetapi aku hanya percaya kalau memang Tuhan mengijinkan aku mengalami semua ini biarlah aku sendiri yang mengalaminya dan aku akan menjadi pemenang. Hehehe… Tapi mungkin untuk menghilangkan kepenatan di dalam hatiku ini, aku akan menyampaikan sebuah cerita yang memang tidak masuk akal dan seakan-akan seperti berada di dalam sinetron tetapi kenyataan dan kebenarannya adalah seperti itu. Memang aku sendiri tidak percaya akan adanya hal ini sampai aku sendiri yang harus mengalaminya. Hahahaha……
Entah sejak kapan dan mulai kapan, aku mulai melihat kepada kocekku yang sudah mulai menipis. Wew… Kok bisa menipis sih? Padahal kan selama ini aku nggak pernah kekurangan alias aku selalu saja diberkati (Waduh… Amin2… HAhaha). Sampai aku sendiri melihat kenyataannya bahwa aku sedang kekurangan. Waktu itu ada pecahan 2 lembar 50ribu dan ada beberapa pecahan uang seribu. JAdi kalau mau ditotal mungkin semuanya sejumlah…. 104.000 rupiah gitu. Hahaha… Yah entah kenapa aku hanya memiliki sejumlah uang ini saja. Waduh2…. Gimana nih… Aku nggak tahu akan menjalani waktu-waktu ke depan dengan uang dari mana. Hehehe… Sampai singkat cerita aku memang membutuhkan uang tersebut. Yah tidak bisa dibohongi kalau dalam keadaan terdesak seperti itu, siapapun akan merasa bahwa uang sejumlah apapun akan sangat diperlukan di dalam kebutuhannya. HAhaha… Apalagi kalau aku belom isi bensin, isi pulsa, kalau ada keperluan-keperluan mendadak bagaimana nih. Apa yang harus aku lakukan. Dah… Intinya seperti itu lah. Hehehe
Singkat cerita aku memang mendapatkan telepon dari seseorang yang aku kenal cukup dekat pada suatu dekade. WAh… Namanya orang ditelepon sama teman yang cukup lama tidak bertemu, senangnya hati ini bukan main ya. Hahaha… sampai dia menceritakan keadaannya yang sedang membutuhkan uang juga. Wah…. Kok sama ya. Tapi waktu itu aku belom sempat bercerita tentang keadaanku yang memang sedang membutuhkan uang juga. Sampai aku sempat bertanya padanya seperti ini
“Terus kalau kamu nggak ada uang sama sekali itu gimana?”
“Ya sudah Ndre, aku udah 2 hari ini nggak makan apa-apa”
“Ha??? Nggak makan apa-apa? Terus kamu nggak apa-apa tuh maagmu? NTar kalau kamu meninggal gara-gara nggak bisa makan gimana?”
“Eh tenang aja lagi… Tuhan itu nggak mungkin membiarkan aku meninggal dengan cara mengenaskan seperti itu lagi. KAlaupun memang iya aku harus meninggal dengan cara seperti itu, aku percaya pasti semua pekerjaanku di dunia ini sudah habis makanya Tuhan cepet-cepet manggil aku biar ketemu sama Dia”
“HAh??? YAng bener aja ya… Kamu nggak minta sama ortu kamu ta? KAmu bener-bener butuh uang lo ini!”
“WAh nggak mungkin NDre, dengan keadaan keluargaku yang lagi kacau gini aku kan nggak mungkin minta uang ke mereka”
“WAduh-waduh…. Gini aja deh. Kamu kesini aja terus nanti aku bantu kamu lah daripada kamu harus kelaparan kayak gitu”
“HAhahaaha… Tiket darimana? Aku nggak ada uang sama sekali lo….”
“……………. Yah…. Terdoa sajalah… Aku hanya bisa dukung kamu dalam doa ya…”
Singkat cerita aku memang benar-benar terkesan dengan kisahnya ini. SEmpat memang aku meminta nomer rekeningnya dia untuk aku kirimin uang tapi dia benar-benar menolak bujukanku itu. WAduh…. Gimana ya… aku sih terus terang nggak tega kalau sampai seperti itu. Kalau memang masih ada keluarga yang mau menampung dia atau dia masih bisa bertahan hidup karena ada pekerjaan, aku nggak akan mau menawarinya memberikan nomer rekeningnya untuk aku transfer uang. Tapi di satu sisi aku sendiri pun sedang mengalami masalah keuangan lo. Waduh-waduh… Kok pas banget ya. HAhahaha…
KAlau ceritaku kehilangan uang sih gimana ya… Yah memang sih selama ini aku sedang bokek dan aku belom mendapatkan kerjaan yang pas untuk diriku sendiri. Aku dengan semua dan segala rencanaku harus memundurkan diriku sendiri sampai dollar benar-benar turun karena keluargaku sedang berada dalam masa-masa titik balik oleh karena dollar yang terus menerus membengkang. Wakakkakakak… Bahakan aku sendiri pun nggak mau meminta uang dari orangtuaku karena hal ini. Hahaha… Sedih memang hatiku kalau aku harus melihat diriku sendiri. Aku yang biasanya bisa memberkati banyak orang dengan keuanganku sendiri tapi di kali ini aku sendiri yang harus berjuang mati-matian untuk mendapatkan uang entah dengan bagaimana caranya. HAhahaa…. BAhkan aku sendiri kalau mau ditanyain harus melangkah kemana aku sendiri nggak tahu karena memang sudah berada pada jalan yang sedikit buntu. Hehehehe… Yah…. Karena keuangan keluargaku benar-benar terpuruk kali ini.
MEmang dulu keluargaku sempat mempunyai hutang pada bank dan semua itu sudah bisa diatasi tetapi untuk karena dollar yang naik ini, keluargaku harus mengalami masalah yang sama untuk kedua kalinya. HAhaha…. Bahkan aku sempat juga mendengar dari kedua orangtuaku kalau aku harus mengurungkan beberapa cita-citaku oleh karena masalah keuangan ini ya aku harus bisa menerima kenyataannya dan aku harus bisa menghargai keputusan orangtuaku itu. Hehehe…. Yah di satu sisi memang ada kekecewaan karena semuanya tidak berjalan selancar yang aku mau tapi daripada terus menerus meratap lebih baik bagaimana kita menyingkapi semuanya itu deh. Hahaha…..
Melihat keadaan ekonomiku yang juga sedang berada di ambang batas ini, aku juga diberikan pandangan tentang temanku yang juga mengalami masalah keuangan itu. Wah-wah… Kalau aku mau jadi orang egoispun juga bisa. Karena aku juga bisa mengatakan kalau aku sedang mengalami hal yang sama. Tetapi lebih baik aku memilih jalan untuk berdiam diri dan mendengarkan kisah cerita perjalanan hidupnya saja daripada aku yang harus berkata-kata. HEhehe… Sampai aku menemukan satu titik dimana akhirnya dia bisa memberikan nomer rekeningnya padaku. Saat itu aku hanya bisa bilang kalau ini hanyalah basa basi saja dariku dan aku sempat juga mengatakan bahwa aku tidak berjanji untuk memberikan sejumlah uang yang sedang dia butuhkan. Hehehe…. Tapi aku hanya meminta nomer rekeningnya saja kok. Hehehe…
Waktu aku sudah mendapatkan nomer rekeningnya, aku sempat juga berkata dalam hatiku sendiri bahwa aku ini sedang menanggung masa depan seseorang di depanku. Bisa saja aku tidak memberikan sejumlah uang yang dia minta. Aku punya segudang alasan kalau aku memang tidak jadi memberikan sejumlah uang yang dia inginkan dan aku juga bisa melontarkan segunung pertanyaan kenapa dia tidak mau berusaha sendiri. Tetapi entah kenapa pada waktu itu hatiku berkata lain tentang keadaanku. Memang aku punya berbagai macam alasan untuk menyatakan keadaanku dan aku punya segunung pembelaan untuk mengurungkan semua niatku itu jikalau dilihat dari keadaanku ini. Hehehe… Sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk mentransferkan uangku di dompet yang kini hanya tinggal 50.000 itu. Wah…. Bagaimana kelanjutan kisahku dong setelah itu? Wawakkakakakakakkakaka… Aku hanya memiliki beberapa lembar uang seribu untuk menjalani hari-hariku di depan itu. Wah… Luar biasa sekali ya aku ya… Hehehehhe tapi semua itu bukan karena aku lah tetapi semua itu hanya karena aku mau mendengarkan apa itu kata hatiku yang bisa dibilang dari apa isi hati Tuhan yang sebenarnya. Aku lebih memilih untuk mendengarkan apa kata Tuhan daripada apa kata hatiku sendiri lah. Wakakkakakakkaka
MEmang waktu itu aku merasakan apa itu yang dinamakan memberi dalam kekurangan dan benar-benar inilah yang dinamakan menjadi berkat bagi orang lain. Wakakakkakakaka…. Kalau aku memberikan dari apa yang memang aku punyai itu berlebih, itu bukanlah suatu pemberian, tetapi itu adalah suatu sumbangan. Tuhan tidak meminta sumbangan tetapi pemberian. Ingat-ingat lagi nggak pernah ada Tuhan meminta sumpangan tetapi Tuhan selalu meminta persembahan dan pemberian… AHhahahahaha… Memang sampai sejauh ini aku hanya bisa berharap dan menanti datangnya keadaan yang lebih baik dan aku hanya bisa menunggu keajaiban tetapi lebih daripada itu aku hanya mau menantikan jawaban doa dari Tuhan saja lah… Hahahhaha
Kalau mau dibilang mungkin aku akan menjalani hari-hari ke depan dengan keadaan yang sangat amat berhemat dan dengan keadaan yang sangat amat pelit… Wakkakakakkak… Tapi semua itu dikarenakan hanya karena memang keadaanku sedang dalam kecukupan… Hahahhaha bukan berlebihan… Aku hanya percaya bahwa aku nggak akan pernah kekurangan, masa ini adalah kecukupan bagiku dan waktu aku bisa membagi berkatku bagi orang lain adalah masa-masa aku berkelebihan… HEhehehhehe…. yah…. Nantikan saja jawaban doa dari seorang berdosa seperti diriku tapi aku percaya kalau aku nggak mengalami keadaan pas-pasan, aku nggak akan pernah mengatakan bahwa Tuhan itu selalu memberikan mujizat bagiku… AMin… Hehehhehehehe….
Buat semuanya yang sedang mengalami masa-masa kesusahan keuangan, tetap semangat saja! Kalau kita merasa diri kita sedang kekurangan, itu salah besar! Karena kita nggak pernah kekurangan, yang ada itu adalah kata kecukupan. Ehehheheheh