The Travelling Musician

November 21st, 2008

Re-practicing my piano

Posted by kokoloong in Uncategorized

Wah aku sekarang kalo maen piano jadi kelihatan hodong banget deh… Wakkakakkaka…. Yah aku tahu lah penyebabnya… Aku udha 3 bulan nggak megang piano alias kalo maen piano ya cuman maen-maen doang nggak sampe serisu banget gitu. Semenjak aku mengikuti aliran piano nge-pop dan sedikit meninggalkan aliran klasik, entah kenapa waktu aku memainkan piano agak cepat sedikit, ketukan dan temponya menjadi nggak rata dan terkesan amburadul gitu. Aaaaaaaaaaaaaaa…. sudahlah… Memang jari-jariku sekarang ini nggak mau nurut lagi denganku kok….. Hiks……

Tapi yah…. namanya orang yang berkecimpung di musik klasik ya, apalagi di Indonesia, ya sudah pasti pemain musik klasik itu sangat sedikit sekali apalagi mereka yang sudah lulus grade 8 pun pasti sedikit dan tidak sebanyak mereka yang ada di luar negeri. JAdi mereka yang sudah lulus grade 8 pasti ada koneksinya dengan Royal School of Music dan mereka ini sudah tercatat dengan jelas gitu bagi mereka yang sudah mengenalnya. Koneksi teman-temanku di dunia musik klasik itu ya itu-itu saja kok. Wakakakkaka… Sejauh mata memandang nantinya juga ketemu lagi dengan orang-orang itu. Akhirnya ya… singkat cerita sajalah daripada harus membahas terlalu rumit dan terlalu panjang…..

Aku disuruh main piano untuk suatu acara gitu. Waduh-waduh… buat aku yang udah lama nggak pernah latian piano ini, rasanya mau maen lagu gampang aja kok rasanya susah banget ya…. Wew…… Terus singkat cerita ya aku memang harus latihan gila-gilaan. Baru kali ini sih aku merasakan hidup ala musikus beneran… T_T Gimana nggak. Coba bayangin aja. Bangun pagi aku langsung latihan piano, terus siang-siang ngajar di sekolah, terus pulangnya istirahat sebentar, mandi-mandi dan makan-makan terus latihan piano lagi sampe malem. Kalo aku pingin keluar harus aku pending dulu soalnya lebih penting latihan pianonya sih… Gimana nggak penting kalo aku mainnya aja masih amburadul gitu…. Aaaaaaaaaaaaa………….

Mungkin bagi telinga orang awam atau telinga orang musik pop, suara pianonya ya okeh-okeh saja sih… Tapi bagi mereka yang memiliki telinga orang klasik, mereka akan menyatakan… ‘Apa-apaan ini. Main kok tenanganya nggak ada’ atau mungkin bisa aja ‘Main kok nggak ada iramanya sama sekali’ Waduh……. Aku bener-bener pusing untuk latihan terus sih. Soalnya aku diberitahu Minggu kemiarin kalau main pianonya itu Senin besok ini. Waaaaaaaaa…… dan aku terus terang nggak pernah latihan sama sekali dan lagu yang aku main itu belum jadi lagu sama sekali… Dhuerrrrrrr….. nggak tahu lah nanti mainnya bagaimana… Wew…..

Hmmmm singkat cerita aku mau gambarin aja deh lagunya itu gimana…..

Judul         : ‘Trepak’ Russian Dance
Komposer    : Peter Ilyich Tchaikovsky
Genre        : Music for ballet concert and orchestra

Nah…. Ini lagu sebenarnya itu lagu orkestra. Alias kalo mau dibilang sebenarnya itu dibuat untuk orkestra gitu… jadi yang main itu orang banyak dengan berbagai tingkatan nada. Jadi intinya itu sebenarnya lagu ini dimainkan buat orang banyak tapi aku kudu maen ini buat piano duet… Dhuerrrrrrrrr…. Jadi ya bisa dibayangkan aja benernya lagu ini tuh dimainkan buat orang banyak tapi karena cuman buat piano duet, jadi ya not-notnya itu diselip-selipkan sehingga bisa dimainkan untuk 2 orang.

GILA APA!!!!!!!!!!! Lagu yang benernya dimainkan buat 50 orang diselipkan dan diminimalisasi untuk dimainkan buat 2 orang aja….. Terus terang sih aku shock dan aku ini agak gendeng juga latihan ini lagu…. wew….

Kalo mau lihat sih bisa lihat di youtube. Benernya memang bisa dimainkan untuk 2 orang di piano tapi entah kenapa lagu itu terkesan sulit banget. Apalagi ini lagu juga termasuk lagu cepat dan bukan lagu lambat-lambat gitu. Wew…. Stressssssssssssss……………….

http://www.youtube.com/watch?v=t9d58W1bbFg&feature=related

Untuk versi teatrikalnya
http://www.youtube.com/watch?v=t9d58W1bbFg&feature=related

Yah itu semua untuk reverensi aja kalo lagu itu bener-bener sulit ya… wakakkakakkakaka…. Mungkin bagi beberapa orang lagu ini termasuk mudah dan gampang tapi bagiku secara pribadi kok lagu ini sulit banget ya… Aaaaarrrrrrrrghhhhhhhh Sudahlah… daripada aku menghabiskan waktu disini menulis blog aku masih harus latihan lagi….

Itu hanya 1 lagu dan aku disana ditugaskan maen beberapa lagu. ada 5 lagu yang tingkat kesulitannya juga nggak gampang neh… wew… Cuman aku baru sempat nulis yang satu itu aja… Hehehehhe… Buat lagu-lagu yang lain akan aku tulis kalo aku memang ada waktu ya.,… Hehehheheheh

…………

Mungkin bisa aku reverensikan di youtube ya….

Lefthand piano pieces by Scriabin Prelude and Nocturne Op.9 no. 1 & 2
http://www.youtube.com/watch?v=wFaxzopv72w

Jaychou piano duet
http://www.youtube.com/watch?v=v9UePkr4fOQ

Oiseaux Tristes by Maurice Ravel
http://www.youtube.com/watch?v=9iS3I6uUzdQ&feature=related

Yah itu beberapa lagu yang aku udah persiapkan sih… Moga-moga aja bisa dimainkan dengan lancar… fiuhhhhhhhhhhhhh

November 17th, 2008

Welcome Home!

Posted by kokoloong in Uncategorized

Wah aku sudah lama rasanya nggak pulang ke rumah. Wew… Padahal aku cuman meninggalkan rumah selama 3 atau 4 harian gitu. Tapi entah kenapa rasanya lama banget ya. Terus aku rasanya itu bisa kangen pingin tidur di kasur sendiri. Entah kenapa rasanya kasurku itu kok mengangeni sekali ya. Hahaha

Yah aku hanya menghabiskan waktu 3 atau 4 hari di Semarang. Bukan karena apa sih tapi memang aku mau menghadiri acara pernikahan temanku yang baru saja aku kenal di Bandung. Hehe.. Selain itu aku juga main keyboard sih disana tanda kadoku buat dia aja de… Hehehe. Soalnya biasalah…. Orang yang berpenghasilan dikit jadi ya cuman bisa kasih kado lagu aja deh. Hehehe….

Yah intinya aku nggak bisa ada di Surabaya buat sementara waktu sih. Memang aku seneng banget di Semarang soalnya makanan disana ternyata enak-enak loh. Hahaha… Di luar dugaan banyak makanan enak disana loh. Hohoho…. Untuk cerita makanan akan kuceritakan di blog lainnya deh. Tapi biarkan aku bercing-cong ria di blogku yang satu ini saja. Hehehe….

Singkat cerita aku sampai di Surabaya waktu itu jam 3 sore. Hmmmm cukup sore sih menurutku. Terus singkat cerita ya aku langsung istirahat aja de. Soalnya entah kenapa kok waktu tidurku di Semarang benar-benar dibabat habis. Aku hanya menghabiskan waktu 3 jam untuk tidur disana. Bahkan waktu hari kedua atau hari ketiga itu aku hanya menghabiskan waktu tidur kurang dari 2 jam. Waduh-waduh. Benar-benar deh waktu yang singkat dan sempit menurutku. Jadi ya kalau bisa sih aku mau menghabiskan waktu tidurku dulu begitu aku sampai di Surabaya. HAhaha…. Hmmmm memang waktu tidur itu waktu yang sangat amat dinanti-nantikan dan waktu tidur itu benar-benar nikmat ya. Tapi jangan terlalu banyak saja waktu tidurnya. Kalau nggak nanti bisa jadi kelainan kayak yang lagi diteliti sama salah satu temenku di kota sana. Hehehe….

Hmmmm waktu itu entah kenapa aku bisa terbangun tepat pada waktunya. HAhaha… Maksudnya sih bukan tepat waktu tapi lebih tepatnya terlambat kalau aku mau ikut ibadah kebaktian di gereja barat. Hahaha…. Singkat cerita aku terbangun jam setengah 7. Waduh….. kok mepet banget sih sama waktu kebaktiannya gereja barat. HAhaha… Tapi entah kenapa ya sudahlah nggak apa-apa terlambat aja. Terus aku mandi dan siap-siap untuk ke gereja. Soalnya hari itu aku belom sempet ke gereja sih T_T Jadi ya aku sempet-sempetin deh ke gereja mumpung sempet….. Hohohoho

Waktu di jalan aku bingung juga memutuskan untuk pergi ke gereja atau tidak soalnya kalau aku ke gereja sekarang, ya berarti aku akan terlambat dan akan membuat aku kurang sreg aja kalau datang terlambat. Ya….. Aku memutuskan sendiri sih di dalam hati mending aku ke gereja pusat saja lha. Soalnya kebaktian disana itu dimulai pukul 7 tepat gitu. Hehehe.. kalau ditotal-total ma perjalananku ya mungkin aku bisa datang ke gereja tanpa terlalu terlambat seperti di barat deh. HEhehe…. Singkat cerita ya aku ke pusat juga deh. HEhehe….

Hmmmm waktu aku sampai di pusat. Aku terpesona oleh tulisan “Welcome Home” yang terpampang gede banget di sebelah tembok kiri pintu masuk gereja. Entah kenapa rasanya waktu aku melihat tulisan itu aku merasakan adanya perasaan yang lain daripada yang lain ya. HAhaha…. Padahal aku sudah terlalu sering melihat tulisan itu loh tapi kok waktu itu rasanya ada perasaan yang berbeda banget gitu. Rasanya kok ada sesuatu yang membuat hatiku bergetar sedemikian hebatnya. Hahaha. Hmmm mungkin hal ini terjadi karena aku sendiri yang sedang mellow dan sedang dalam masa-masa kepulanganku di rumah ya, Hahahaha… Tapi entah kenapa waktu itu benar-benar rasanya aku pulang ke rumah dan ini penandaan terakhir dariku bahwa aku memang benar-benar sudah pulang. Hehehe… Inilah rumah terindah di dalam hidupku. Yah walaupun memang rumah ini sudah terlalu bobrok dan kurang layak untuk ditinggali atau mungkin rumah ini sudah kurang layak untuk ditinggali tapi aku benar-benar merasakan inilah rumahku yang sesungguhnya. Yah…. Aku sudah pulang dan inilah rumah yang mungkin menurut pandangan orang-orang kurang cocok disebut sebagai rumah tapi menurutku inilah rumah terindah yang pernah ada di dalam hidupku. Hehehe….

Entah kenapa juga waktu Firman aku merasakan…. kalau Firman itu bisa menjawab gt. Tapi kenyataannya nggak menjawab banget kok. Tapi intinya bagus sih menurutku. Intinya benar-benar membangun diriku yang sedang mellow ini. HAhaha… Tapi aku bersyukur saja punya rumah yang indah ini. Hehehe….

Sekali lagi aku mau mengatakan pada diriku yang kangen rumah ini.

Welcome home traveller… This is your home…. ^^

Sejauh apapun ataupun selama apapun engkau pergi meninggalkan rumah ini, engkau akan tetap keluarga di dalam rumahmu. Kalau engkat pulang suatu saat nanti entah kapan waktunya, entah dimana tempatnya, entah siapa dan apa yang kau bawa dan apapun keadaanmu waktu kau pulang, tetaplah berada di rumahmu karena inilah rumahmu. Siapa yang akan menerima dirimu lagi selain daripada rumahmu sendiri? So…. Welcome home traveller!

November 10th, 2008

The Home for a Traveliing Musician

Posted by kokoloong in Uncategorized

‘Eh Bam, kamu tahu ga sih lagu punyane sapa gitu lo aku lupa. Intine sih ngomong ‘I’m Yours’ gitu’

 

‘Halah ko, lagu itu ta? Aku lo wes tau’

 

‘Oyata? Aku kok seneng ya ma lagu itu. Selain enak aku ya seneng kata-katane itu kayakane menggambarkan kebebasan gitu lah. Hahaha. Tapi selain bebas tetap terikat gitu lah dia ya tetep ngomong ‘I’m Yours’ Gitu lah. Hehehe. Enak soro lo lagune itu….’

 

‘Wah ko, kamu belom liat video clip’e ya? Coba liaten ae ko. Kamu pasti kepingin.’

 

‘Heh??? Kepingin apa?’

 

‘Wes liaten ae lah’

 

Nah daripada penasaran aku pun menyanyikan lagu ini

 

Well, you done done me and you bet I felt it

I tried to be chill but your so hot that I melted

I fell right through the cracks, now I’m tryin to get back

before the cool done run out I’ll be givin it my best test

and nothin’s gonna stop me but divine intervention

I reckon it’s again my turn to win some or learn some

 

But I won’t hesitate no more,

no more, it cannot wait

I’m yours

 

Well open up your mind and see like me

open up your plans and damn you’re free

look into your heart and you’ll find love love love love

listen to the music of the moment people dance and sing

We’re just one big family

And it’s our godforsaken right to be loved loved loved loved loved

 

So, i won’t hesitate no more,

no more, it cannot wait i’m sure

there’s no need to complicate our time is short

this is our fate

I’m yours

 

Scooch on over closer, dear

And I will nibble your ear

 

I’ve been spendin’ way too long checkin’ my tongue in the mirror

and bendin’ over backwards just to try to see it clearer

But my breath fogged up the glass

and so I drew a new face and I laughed

I guess what I’d be sayin’ is there ain’t no better reason

to rid yourself of vanities and just go with the seasons

it’s what we aim to do

our name is our virtue

 

But I won’t hesitate no more,

no more it cannot wait

I’m yours

 

Well open up your mind and see like me

open up your plans and damn you’re free

look into your heart and you will find that the sky is yours

 

so please don’t, please don’t, please don’t,

there’s no need to complicate,

Cause our time is short

This, this, this is our fate,

I’m yours

 

Sekarang ungkapan dari adikku itu ternyata terjawab juga. Aku udah melihat video clipnya I’m Yours by Jason Mraz dan aku terus terang suka banget ma lagu ini dan makin seneng lagi setelah aku liat video clipnya. Hahaha….

 

Kok bisa begitu? Entahlah aku seneng aja waktu liat dia bisa traveling sedemikian rupa gitu. Entah karena apa, mungkin darah travellerku bergejolak lagi ya. Hahaha… aku pingin bebas dan pingin lepas dari semua yang ada di dalam hidupku ini sih. Aku pingin aja pergi ke suatu tempat yang baru dan bisa dibilang aku pingin meninggalkan semua kepenatan yang ada dalam hidupku saat ini. Entah karena apa tapi aku merasa kalau aku ini terlalu diikat dan terlalu dikekang untuk melakukan satu hal saja. Rasanya mau melakukan satu hal itu aku terikat dan terkekang sekali. Ingin rasanya aku ini lari atau mungkin bukan lari ya. Tapi keluar sejenak dari sana. Hahaha.

 

Tapi ungkapan keluar sejenak itu mungkin bisa jadi pelarian dari apa yang aku rasakan sekarang ini. Tapi aku terus terang aku pingin lepas dari semua yang sudah ada di dalam diriku ini. Sudah terlalu cukup lah kalau aku harus membohongi diriku terus menerus. Mungkin lebih baik kalau aku mencari tempat istirahat yang baru ya. Hahaha… karena selama ini aku punya beberapa tempat aku mengistirahatkan diriku dan…. Yah terus terang aku malah bukan beristirahat di tempat itu tapi terkadang malah mengekang aku yang hendak beristirahat ini. Wew…. Padahal ingin hati aku beristirahat dan santai sejenak tapi aku malah seakan-akan dikekang oleh banyak hal di dalam hidupku. Fiuh……

 

Mungkin aku hendak meninggalkan semuanya itu sendiri dan aku mau menjalani kehidupan yang menurutku bisa menjadi tempat istirahat sementara ya. Hehehe…. Sebenarnya aku sudah tahu sih tempatku bersandar dan tempatku bersantai itu ada di rumah. Yah rumahku yang sekarang ada di Surabaya ini. Tapi entah kenapa waktu aku pulang justru aku merasa sedang berada di tempat asing dan bukan di rumah. Ini bukan rumahku yang sebenarnya. Rumah yang aku kenal dan rumah yang aku tempati selama ini. Entah kenapa waktu aku berusaha untuk mengakui ini rumahku malah aku merasakan hal yang berbeda. Rumahku sudah berubah dari semua yang pernah aku ingat dan terekam di dalam memoriku. Entah ada apa yang terjadi di dalam rumah ini tapi aku merasa pingin pergi dari sini saja. Fiuh…..

 

Apakah aku sanggup untuk pergi dari rumah ini ke tempat lain? Kenapa tidak dengan diriku yang serba bebas dan serba bepergian ini. Aku bisa saja kok keluar dari rumah ini sekarang juga atau aku akan memutuskan untuk berbincang-bincang dengan orang-orang yang ada di dalam rumah ini kalau aku sudah tidak betah dan tidak bisa lagi apabila aku menempati rumah ini dan aku harus menjalani kebohongan di dalam diriku terus menerus….

 

Yah intinya aku sedih sekali harus berada di tempat yang mana tidak aku inginkan sama sekali tapi entah kenapa aku terus menerus berusaha mengatakan ini rumahku yang sebenarnya dan inilah tempatku….

 

Sudahlah daripada aku harus cerewet-cerewet terus tanpa ujung aku mau menyanyikan lagu ini saja lah…

 

Hanya bilik bambu tempat tinggal kita
Tanpa hiasan, tanpa lukisan
Beratap jerami, beralaskan tanah
Namun semua ini punya kita
Memang semua ini milik kita, oo.. sendiri

Hanya alang alang pagar rumah kita
Tanya anyelir, tanpa melati
Oo.. hanya bunga bakung tumbuh di halaman
Namun semua itu punya kita
Memang semua itu milik kita

Lebih baik disini, rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah yang kuasa
Semuanya ada disini
Ouwo… rumah kita ouwo.. wo..

~{}~

Haruskah kita beranjak ke kota
yang penuh dengan tanya?

Lebih baik disini, rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah yang kuasa
Semuanya ada disini
Rumah kita

Lebih baik disini, rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugerah yang kuasa
Semuanya ada disini
Semuanya ada disini
Rumah kita…
Rumah kita… ada disini

 

 

Hmmm…. Mungkin aku bisa bilang di rumahku yang sekarang ini berbeda dan tidak seenak tempat tinggalku yang aku singgahi. Kenyataannya adalah seperti itu. Rumahku yang sekarang ini benar-benar bukan layaknya sebuah rumah bagiku. Tempatku beradu, tempatku beristirahat, tempat kekuatan dan kesenanganku sudah tidak seperti dahulu lagi. Kalau dahulu aku bisa berada di tempat ini dengan begitu santainya dan begitu nikmatnya tetapi aku tidak bisa lagi bersantai atau menikmati keadaan yang dahulu pernah terjadi di dalam rumahku tetapi satu hal yang pasti. Orang-orang di dalam rumah itu tetap adalah keluargaku. Keadaan rumahku boleh berubah tetapi keadaan keluargaku di dalamnya adalah tetap keluarga. Mereka adalah keluarga yang mau menerimaku apa adanya. Keadaan seberat dan seburuk apapun diriku ini, mereka akan tetap menerimaku apa adanya tidak seperti keadaan tempat singgahanku di luar sana.

 

Tuhan aku hanya berdoa meminta satu hal saja di dalam rumahku ini. Biarkan aku tetap berada disini walaupun aku harus mengalami semua hal yang tidak aku sangka-sangka dan keadaan yang berbeda dari sebelumnya. Keadaan yang tidak seperti apa yang aku bayangkan. Keadaan yang benar-benar membuatku stress. Keadaan yang sungguh tidak dapat kugambarkan dengan kata-kata. Tetapi satu hal saja yang aku minta di dalam hidupku ini. Biarkan aku menjadi diriku di dalam rumah ini dan biarkan keluargaku menjadi mereka di dalam rumah ini karena memang kita semua adalah keluarga. Tidak ada yang sama dan tidak ada yang berbeda disini. Semuanya adalah satu kesatuan. Bukan perbedaan dan persamaan yang ada disini. Namun yang ada hanyalah keadaan satu keluarga yang utuh dah satu keluarga yang solid.

 

Keadaan seburuk apapun yang terjadi di dalam rumah kita, kita ini tetap harus bersyukur karena di dalam rumah kita itu lah kita menemukan keluarga. Yah…. Just try to find your home not house

 

Let me say for the last thing now!

 

I’m HOME! This is my HOME! ^^v

November 4th, 2008

Let me be me

Posted by kokoloong in Uncategorized

Aku sudah terlalu muak lah dengan semua yang aku jalani semua ini. Sungguh. Apa sih sebenarnya yang dikehendaki orang lain terhadap aku itu? Susah aku ini untuk menjalaninya itu.

Terus terang aku bisa saja berubah langsung atau aku ini bisa saja kok untuk mengubah semua yang ada pada diriku untuk berubah tapi aku butuh dasar yang jelas lah kalau memang aku harus berubah. Jujur saja beberapa dari temanku pun merasa kalau aku ini berubah, aku akan menjadi orang lain yang tidak pernah dikenal oleh mereka. Aku jujur saja bisa saja berubah menjadi orang lain yang kamu mau. Tapi ingat saja satu hal. Kalau aku berubah menjadi orang lain, keadaan yang semula sudah pernah aku rencanakan akan aku ubah sedemikian rupa menjadi lain daripada yang lain.

Kan memang ada beberapa orang yang aku akan perlakukan berbeda karena memang mereka berbeda dan jangan bingung atau merasa aneh kalau memang aku tidak bisa sedekat dengan beberapa orang dibandingkan kedekatanku denganmu. Mungkin aku akan dekat dengan beberapa orang yang aku rasa bisa untuk aku buka mengenai diriku dan aku akan menutup diriku pada beberapa orang yang tidak mau aku buka mengenai diriku.

Apakah kalau memang seseorang sudah dewasa itu tidak bisa ‘asoy geboy’ atau tidak bisa menjadi lebih ‘korak’ daripada biasanya? Kalau memang demikian yah terus terang saja kenapa kok aku tidak bisa berteman dengan orang-orang baru sedekat aku berteman dengan anak-anak remasa yang dulu. Kenapa aku selalu membandingkan anak-anak remasa dengan beberapa dari teman-temanku yang sekarang. Bukan karena aku ini meminta teman-temanku yang sekarang ini menjadi seperti teman-temanku yang dulu tetapi aku hanya meminta biarkan aku berkreasi sehingga aku bisa membuka diriku dan aku bisa lebih dekat lagi dengan kalian daripada aku harus membohongi diriku terus dengan ber’pura-pura’ menjadi anak alim dan membuat teman-temanku yang sekarang ini menjadi lebih senang dan lebih bisa diterima. Padahal kalau mau dibilang diriku yang sedang ber’pura-pura’ menjadi anak alim adalah topeng palsu yang sedang aku kenakan.

Sudahlah daripada aku ber’cing-cong’ ria dang mengonggongi orang-orang yang nggak perlu aku hujani air liur, lebih baik aku sudahi sajalah. Lebih baik aku sekarang ini memutuskan untuk memakai topengku itu di depan orang-orang yang memang meminta aku untuk berubah dan aku akan membuka topengku itu di depan orang-orang yang bisa aku buka topengnya. Selain itu, jangan heran dan jangan meminta lebih padaku kalau aku bisa lebih dekat dengan teman-teman yang sedang aku buka topengku dan aku tidak bisa dekat dengan kalian yang selalu meminta untuk aku memakai topeng. Karena aku akan menjadi lebih bebas dan aku akan menjadi lebih leluasa di waktu aku tidka memakai topengku.