The Travelling Musician

August 27th, 2008

Goresan hitam dalam kanvas hidupku

Posted by kokoloong in Uncategorized

Mengapa harus aku? Yah… terkadang pernyataan itu kerap kali muncul di benakku waktu aku sedang mengalami kesusahan yang sangat. Aku sering berkata pada diriku sendiri mengapa harus diriku yang mengalami semua hal yang tidak mengenakkan ini. Mengapa bukan orang lain saja yang mengalaminya. Kalau bagiku, masalah ini merupakan masalah terbesar dalam hidupku dan memang tidak mungkin diselesaikan begitu saja dalam kurun waktu 1 hari tetapi aku harus mengahadapinya dengan sangat berat. Seakan-akan memang aku tidak mampu lagi untuk menghadapinya seorang diri. Yah…. Aku sedih sekali harus mengalami perjalanan yang pahit ini di dalam hidupku.

Terkadang aku berseru dalam kehampaan hidupku mengenai perjalanan hidupku yang kelam ini. Mengapa bukan orang lain saja yang mengalaminya dan jangan aku yang mengalaminya. Kalau memang aku mampu untuk mengatasi permasalahan ini, mengapa masalah ini belum tuntas hingga detik-detik terkahir ini? Mengapa aku masih harus mengalaminya…..

Yah…. itu sekedar intermezzo tentang apa yang aku mau tulis dalam bog kali ini. Sebenarnya aku sudah tahu hari ini akan datang. Dimana salah satu doaku terjawab. Yah entah kenapa memang sudah datang dan aku besyukur sepenuhnya pada Tuhan. Aku berkata pada Sang Penulis hidupku bahwa aku sangat bersyukur untuk datang ke Bandung bukan dengan tangan hampa dan tanpa tujuan. Semuanya sudah disiapkanNya sejak dahulu kala. Bahkan akhirnya aku bisa datang ke Bandung ini dengan suatu misi yang memang harus aku pikul. Aku bersyukur sekali aku mampu mengatasi semuanya itu dan aku mampu untuk melakukannya.

Singkat cerita memang aku harus mengalami satu dua hal pahit dulu di dalam hidupku yang membuat beribu-ribu pertanyaan di dalam hidupku. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah “Mengapa harus diriku yang mengalami semua hal pahit itu Tuhan?” Namun aku tahu satu kebenaran di dalma hidupku ini. Apakah itu? Jawabannya mudah sekali. Kalau kita mau turut berjalan dalam kehendakNya, kita akan tahu apa maksud dari semua yang dirancangkanNya untuk kita. Seringkali kita hanya berkata “Mengapa dan mengapa?” Bahkan tidak jarang mulut kita berkata “Seandainya”. Hahahaha. Sangat klise dan sangat umum sekali. Memang pernyataan dan pertanyaan itu pasti akan muncul di dalma hidup kita. Memang banyak dari kita tahu jawabannya dari semua itu. “Tidak tahu” Yah…. Tidak tahu kenapa harus mengalami semuanya itu dan seandainya itu hanyalah perkataan kosong yang tidak akan mengubah satu hal pun di dalam hidup.

Jujur diriku sendiri pun selalu berkata “Seandainya” dan “Mengapa?” Sampai semua orang hanya akan berkata “Tidak tahu” Hahahahaha. Memang di dalam hidup ini banyak pertanyaan mengapa dan jawabannya adalah tidak tahu. Hehehe. Siapa sih yang bisa menebak isi hati Tuhan kalau orang itu hanya kecil di hadapan yang Tak Terbatas. Hehehehe….

Tapi ternyata ada kebenaran yang aku temukan di dalam hidup ini. Kita bukannya akan menjawab “Tidak tahu”. Istilah itu hanya akan berarti kalau kita tidak berjalan dalam rencanaNya yang luar biasa. Aku ternayta mengetahui satu hal. Dari pengalaman-pengalaman pahit yang pernah aku lalui dan semua pengalaman-pengalaman traumatis yang sempat aku jalani itu ternyata berbuah hasil yang luar biasa. Aku bahkan bersyukur pada Tuhan kalau aku sempat untuk menjalani kehidupan yang sangat pahit itu di dalam hidup. Hahahahaha.

Jawaban dari semua pertanyaanku selama 10 tahun bahkan 15 tahun mungkin itu terjawab hanya dalam satu hari. Hehehe. Semuanya terjawab dengan sangat indah dan sangat luar biasa. Aku bersyukur mengalami semuanya itu apabila aku harus mengalami satu hal indah di hidupku ini. Bahkan aku bisa berkata pada semua orang aku cukup bangga pada diriku sendiri karena dari 10.000 orang yang ada di dunia ini, hanya aku sendiri yang mengalami hal yang seperti ini. Hahahahaha… cukup membanggakan bagi diriku sendiri. Mengapa kok bisa membanggakan diriku? Karena dari semua orang yang ada, aku termasuk salah satu orang yang dipercaya oleh Tuhan untuk mengalami hal pahit ini dalam hidupku bahkan aku bisa bilang kalau tidak semua orang akan merasakan hal yang sama di dalam hidupnya seperti diriku ini. Seolah-olah pengalaman pahit yang sudah terjadi di dalam hidupku ini adalah suatu anugerah yang tidak ternilai.

Anugerah ini tertutupi oleh bungkus kado yang jelek. Dimana aku baru boleh membuka anugerah itu 10 tahun kemudian. Siapa sih yang tahan dengan bungkus kado yang jelek itu selama 10 tahun? Selama 10 tahun aku terus menerus harus tahan akan keberadaan kado berbungkus jelek di dalma hidupku ini. Bahkan aku terkadang ingin sekali membuang kado tersebut di dalam hidupku. Aku bahkan inginnnnnnn sekali membuka kadonya belum tepat pada waktunya. Tetapi apabila aku membuka kado itu tidak tepat waktu,kado itu akan berubah menjadi “pandora’s box” yang akan menimbulkan malapetaka besar di dalam hidupku. Hahahaha…. Tapi dari satu hari yang sudah aku lalui ini, aku hanya bisa bilang pada Tuhan “Terima kasih buat kado terindah dalam hidupku ini yang tidak mungkin dimiliki oleh semua orang di dunia. Kalau semua orang ingin memilikinya belum tentu mereka akan memilikinya karena kado ini adalah kado special yang hanya akan diberikan Tuhan pada mereka yang dianggapNya mampu dan mereka yang dipercayaNya lebih. Memang untuk menghadapinya susah sekali Tuhan, tetapi apabila aku melihat kado itu ternyata lebih indah dari kado manapun yang ada, aku sangat bersyukur Tuhan” ^^v

Hahahaha…. Singkat cerita aku mau berkata pada pembaca blogku ini. Semua hal di dalam hidup ini memang banyak yang tidak kita mengerti. Banyak pengalaman pahit dan banyak coretan warna hitam di dalam kanvas hidup kita. Terkadang memang warna hitam itu sangat jelek dan membuat hati kita teriris-iris. Seakan-akan kita hendak menghapus warna hitam itu dengan berbagai macam cara. Tetapi ketahuilah satu hal. Kanvas kita tidak akan seindah ini kalau tidak ada warna hitam di dalam hidup. Bahkan tidak semua orang akan dipercaya olehNya untuk mendapatkan warna hitam ini. Karena warna hitam ini adalah warna anugerah yang akan diberikanNya pada mereka yang Dia percaya lebih. Jangan keluar dari rencanaNya hanya oleh karena adanya warna hitam ini di dalam hidup kita. Tetapi tetaplah setia padaNya hingga kita melihat keseluruhan lukisan itu menjadi indah di dalam hidup kita. Percayalah satu hal. Bahkan sebelum kita melihat lukisan hidup kita di surga yang indah, kita sudah akan merasakan keindahan lukisan kita yang setengah jadi di dalam hidup kita selama di dunia. ^^v

Buat sahabatku tercinta…. Tetaplah setia dalam mengikut Dia. Karena kamulah penerus jejak ini. Hehehehehe…. Aku percaya setelah aku pasti kamu yang akan dipakai olehNya. Tetaplah setia karena aku percaya kamu akan dipakai lebih dari aku olehNya. Biarlah kisah hidup kita menjadi berkat bagi orang lain di kemudian hari. Hehehe….. nanti di surga kita akan melihat warna kanvas kita yang hitam itu dan kita akan bangga karena Tuhan sempat menggoreskan warna hitam itu di dalma hidup kita. Hahahahha

Thx Lord!!!!! Hahahahaha…..

“Banyak pertanyaan ‘mengapa’ di dalam hidup dengan jawaban ‘tidak tahu’ di dalamnya. Tetapi pernahkan terpikir oleh kita jangan hanya bertanya ‘mengapa’ terus menerus karena jawabannya akan terus berkata ‘tidak tahu’. Sesekali cobalah untuk bertanya ‘bagaimana aku menyikapi semuanya itu’, karena jawaban yang kita terima akan berubah menjadi ‘LUAR BIASA!’”

August 25th, 2008

SECOND HOME!

Posted by kokoloong in Uncategorized

My second home is here! Hehehe. Seneng sekali punya komunitas baru di Bandung, Hehehe. Memang aku meninggalkan Surabaya dan semua yang aku punyai dan semua komunitas yang ada di Surabaya. Tapi satu hal saja aku langsung menemukannya di Bandung ini. Memang segala sesuatunya baru dan segala sesuatunya berbeda dengan yang pernah kau miliki di Surabaya. Semuanya seakan-akan baru dan aku memang harus beradaptasi dengan semua yang aku hadapi sekarang. Aku sekarang menghadapi kota Bandung dan aku harus berusaha untuk menikmati tinggal disini. Oleh karenanya aku berusaha mencari-cari komunitas baru dan aku langsung mendapatinya disini. Entah karena apa aku tidak tahu tapi aku memang bisa langsung akrab walaupun tidak akrab-akrab sekali dengan orang-orang disini, tetapi aku bisa bilang kalau persahabatanku dengan orang-orang disini itu cukup menarik dan sangat indah. Karena aku belum seberapa dekat dan aku belum mengenal mereka tetapi aku bisa bilang kalau aku seakan-akan sudah mengenal mereka dari dulu. Hahahahhaha

Tapi walaupun seperti itu, aku harus terus menerus untuk membuka diriku buat mereka agar aku juga bisa beradaptasi dengan mereka. Yah mungkin ini juga belajar dari pengalamanku yang dahulu. Kalau dahulu kala waktu aku masih belum bisa terbuka dengan orang lain itu seakan-akan seluruh dunia tidak bisa mengerti kisah hidupku tetapi pada waktu aku mulai bisa membuka diriku buat orang lain walaupun itu berarti aku juga harus bisa menahan malu atas diriku sendiri yang berbeda dengan orang lain namun aku tahu dari keterbukaan itulah persahabatan muncul. Aku merasakan kekuatan yang luar biasa dari yang namanya keterbukaan. Entah karena apa tetapi orang-orang bisa dengan mudahnya membuka dirinya setelah aku membuka diriku. Hmmmm memang aneh dan nyata. Memang semuanya sudah aku pelajari sebelumnya tetapi biarkan aku mengutarakan semuanya ini karena di tempat ini bebas aku mengutarakan isi hatiku.

Singkat cerita aku memang sudah senang dan bisa beradaptasi dengan keadaan disini. Hanya satu sih yang mungkin nggak bisa aku adaptasikan. Cuaca yang dingin itu membuat diriku harus mampu bertahan dalam kegelapan malam dan kedinginan yang membuat kertakan gigiku bertambah parah. Tapi itu bukanlah suatu hal yang sulit dan sukar untuk aku adaptasikan. Sudahlah intinya aku sudah bisa beradaptasi dengan baik dengan lingkungan baru ini. Hahahahhaha.

Aku senang sekali semuanya berjalan lancar dan mulus walaupun ada satu rencanaku yang gagal. Hiks2…. Tapi biarkan semuanya ini berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan saja. Aku akan mengikuti arus laju perjalanan hidupku ini. Hahahahah. Namun ada satu yang memang masih mengganjal di hatiku begitu aku meninggalkan Surabaya. Apakah itu? Yah… bisa dibilang aku memang belum sepenuhnya meninggalkan Surabaya karena hatiku masih ada di sana. Tapi itulah yang membuat diriku ingin pulang kembali ke Surabaya. Hehehe. Entahlah tapi aku memang tidak bisa untuk meninggalkan satu beban ini. Tapi biarlah beban yang aku simpan ini malah membuatku bertumbuh dalam kemuliaan dan bukannya aku malah menjadi hancur lebur nggak karuan begitulah.. Hohoho ^^v

Sebenarnya kalau mau dibilang sih aku ini masih kangen dan aku rindu dengan semua keadaan di Surabaya. Nah itulah yang memang tidak bisa aku tinggalkan dan seakan-akan memang Tuhan tidak boleh membiarkan aku membuangnya. Justru hal itulah yang harus aku miliki karena aku berasal dari Surabaya. Hohoho. Namun satu hal saja aku sangat rindu dengan semua hal yang ada di Surabaya. Mulai dari pekerjaanku, murid-muridku, anak-anakku, teman-temanku, sahabat-sahabat terindah dalam hidupku, pelayananku, keluargaku dan semua yang aku miliki di Surabaya.

Pernah satu malam aku rindu dengan semuanya itu hingga aku menangis tersedu-sedu. Hahahahah tapi biarlah aku pergi ini aku semakin bertumbuh dan semakin menjadi baik dan semakin diubahkan lebih baik lagi lah. Hahahahahha, toh aku juga tahu langsung aku kesini itu memang rencana Tuhan untuk memakai diriku lebih lagi di tempat ini. Karena aku tidak diperbolehkan untuk beristirahat atas kebangunan rohani dimanapun aku ditempatkan. Biarlah kehadiranku di tempat yang baru ini juga membuat suatu perbedaan khusus walaupun hanya sedikit tetapi aku percaya bahwa hal inilah rencana Sang Khalik dalam kehidupanku di alam semesta ini. ^^v

NB :Jujur aku kok nggak nyambung ya aku nulis apa. Tapi aku kok kepingin aja nulis ini. Ahhahahahah. Yang nggak nyambung ya sori2 aja. Ini kan memang ungkapan hati yang sebenarnya dari seorang Andre yang melankolis dan sensitif ya to. Hahahahahha. Biar bisa memberkati lah dikit2. Walau memang sangat memberkati ya to. Hehehehheheh….

August 21st, 2008

New place

Posted by kokoloong in Uncategorized

Ada sesuatu yang hilang!!!!!

Yah itu ungkapan dalam hatiku untuk saat ini. Hehehe. Sebenarnya memang pasti dan so pasti ada seusuatu yang hilang di dalam hidupku saat ini. Kenapa kok bisa hilang? Soalnya aku sudah memutuskan untuk menjalani hidup yang baru. Wahhhh so romantic banget ya… hehehehe…. yah iya lah. Aku kan sudah memutuskan untuk hidup mandiri di Bandung dan meninggalkan semua yang aku miliki di Surabaya….. mulai dari keluarga, pekerjaan, teman, pelayanan, hingga hidupku sendiri pun aku tinggalkan semuanya di Surabaya dan aku memulai segala sesuatu yang baru di tempat ini. Memang kenyataannya hatiku sakit dan sedih karena harus kehilangan semuanya.

Pernahkah kamu merasakan tangisan yang benar-benar perih? Aku pernah. Kapan waktu itu? Waktu aku dalam perjalanan meninggalkan Surabaya dan beralih ke Bandung. Waktu itu aku memang sempat menangis dan itu memang benar-benar tangisan dariku yang tidak mungkin terbendung. Aku menangis seolah-olah semua duniaku itu runtuh dan memang benar-benar runtuh karena aku meninggalkan semua yang aku punyai di Surabaya. Aku seakan-akan emamng benar meningalkan semuanya itu. Apalagi waktu aku masuk gerbang tol. Rasanya aku memang benar-benar meninggalkan semuanya itu.

Waktu aku menangis saat itu, entah kenapa air mataku itu terasa perih sekali di mata. WAktu itu aku benar-benar menangis dan rasanya air mataku saat itu sangat perih di mata. Aku tidak bisa menjelaskan dengan teori kedokteran manapun yang menyatakan kalau menangis itu bisa membuat mata menjadi perih. Mungkin waktu itu keperihan di dalam hatiku ikut keluar bersama dengan air mataku yang tidak terbendung. Hmmmm….. tapi waktu itu benar-benar aku merasakan tangisan yang perih. Bukan hanya hatiku yang perih tetapi mataku juga perih waktu itu karena air mataku.

Saat ini aku sudah mulai bisa menerima keadaan aku memang sudah meninggalkan semuanya itu dan aku bisa menulis blog ini. Yah memang segala sesuatunya digantikan Tuhan dengan indah. Waktu aku meninggalkan semuanya itu aku tidak mungkin tidak digantikan dengan Tuhan dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih indah. Hahaha. Aku sudah menemukan ladang pelayananku yang baru dengan keluarga baru. ^^v Memang keluarga yang dahulu tidak dapat aku gantikan dengan keluarga yang baru ini tetapi kehadiran keluarga yang baru ini aku percaya pasti akan membawa dampak dan membawa keindahan yang baru di dalam hatiku dan mereka akan mewarnai kanvas hidupku dengan sesuatu yang baru pula. Thanks God for everything in my life. Hehehehe….

Satu pesanku saja, aku memang saat ini senang dan sedih melihat kehidupanku sekarang. Tapi aku tidak mau hanya melihat kesedihanku saja. Biarkan aku tetap melihat sesuatu yang indah dalam kepergianku ke Bandung ini. (Halahhhh kayak aku mau pergi ke surga aja… Hahahaha. Padahal nanti juga balik lagi kok ke Surabaya. Heheheheh) Memang sedih dan memang sakit kehilangan semua yang pernah aku miliki di dalam hidup ini. Tetapi biarlah semua yang aku tinggalkan itu akan menjadi kenangan yang tak terlupakan di dalam hidupku dan aku akan berkata aku tidak akan berubah untuk kalian semua yang pernah aku kenal. Waktu aku kembali nanti, jangan pikir aku sudah berubah dan tidak seperti yang dahulu lagi. Andre akan tetap sama seperti yang dahulu dan Andre akan terus menjadi Andre yang sekarang. Nantikan kedatanganku kembali ke Surabaya dengan sesuatu yang baru. Hehehe ^^v

August 16th, 2008

For you my best friend

Posted by kokoloong in Uncategorized

Tak selamanya kita akan selalu bersama
Dalam jalani hidup di dunia
Tapi hanya Yesus yang akan berikan kekuatan
Kala kau tak mampu jalani semua

Tak selamanya kita akan selalu bersama
Dalam jalani hidup di dunia
Namun ada satu hal yang sangat amat terindah
Yesus selalu bersama kita semua

Haa……
Yesus selalu bersama kita semua

Haa……
Dia kan selalu satukan hati kita

Bila nanti kita tak kan dapat lagi bersama
Kita akan berjumpa di surga

So many memories and so many miles
The road that stretches behind us
We’ve had some laughter and our share of tears
But all these moments unite us

Ill be your friend for a lifetime
Against the wind and the rain of every season
Won’t walk away in the hard times
I will be your friend
Im saying I will be your friend

Sure as the river runs to the sea
High as the mountain that reaches
You were there by my side till the end
Helped me on my feet again

So in the valley walk on
Dont have to face it alone
Cause in the hard times
We keep growing strong
As we learn, as we live
That we live when we give

Dua lagu yang special ini aku dedikasikan sepenuhnya buat temen terbaik yang pernah aku miliki dalam hidup ini. Just wanna say to my best friend forever….

Aku tak akan pernah menggantikan posisimu dalam hidupku dengan orang lain. Kamu adalah kamu dan kamu sangat special buat aku. Dari kisah persahabatan kita ini aku tidak heran kalau Daud sempat berkata jikalau kasihmu terlebih indah daripada kasih wanita. Karena aku memang benar-benar menemukan belahan jiwaku di dalam dirimu. Seolah-olah diriku ini diciptakan oleh Tuhan dua bagian. Yang satu tetap tertanam di dalam hidupku namun aku harus menemukan belahan jiwaku yang lain. Namun aku bersyukur pada Tuhan karena sebelum aku mengakhiri pertandinganku di dalam dunia ini aku sempat bertemu dengan belahan jiwaku ini. Yah…. Kau memang belahan jiwaku. Jiwa kita tiba-tiba saja bersatu tanpa aku sadari sepenuhnya. Aku baru menyadari bahwa belahan jiwaku itu adalah kamu pada waktu aku mau pergi meninggalkanmu. Seakan-akan ½ jiwaku hilang…. Yah…. ½ dari hidupku pergi dan itu yang membuat aku tidak bisa meninggalkanmu begitu saja…..

Walau kita belum berkenalan 1 tahun tetapi aku tahu satu hal. Waktu itu tidak menjamin kedekatan seseorang tetapi keterbukaan kita danTuhanlah yang membuat kita menjadi satu. Aku bersyukur pada Tuhan jikalau Dia sempat mempertemukan diriku dan dirimu. Sungguh ternyata aku sadar inilah kado ulang tahunku di waktu yang lalu…..

Aku mengenal dirimu tepat pada bulan aku berulang tahun. Apakah kamu masih ingat? Kalau kamu tidak ingat aku yang akan mengingatkan dirimu. Kita menjadi lebih akrab pada bulan Oktober. Bulan aku berulang tahun. Memang kamu adalah kado dari Tuhan buat aku untuk menjalani kehidupanku ini. Thanks a lot my best friend……

Entah kenapa 1 tahun belum genap kita lalui bersama tapi aku harus meninggalkan dirimu. Sakit sekali hatiku ini dan seakan-akan aku tak mampu meninggalkan dirimu. Benar-benar tidak bisa karena waktu perjumpaan kita begitu singkat. Bahkan aku belum menikmati masa-masa indahku ini bersama denganmu. Kalau Tuhan berkehendak untuk memberikan aku keinginan, untuk saat ini aku mau meminta dengan sangat pada Sang Pencipta waktu dan dikau sebagai penjaga waktunya. Aku minta tolong hentikanlah waktu ini dan biarkan aku menikmati waktu-waktu yang tersisa ini bersama denganmu. Aku sungguh-sungguh belum menikmati waktu-waktuku bersama denganmu dan aku belum puas bersama denganmu. Namun Sang pencipta waktu dan dikau sang penjaga waktu pun tak kuasa menahan aliran waktu ini. Jikalau memang kau mampu untuk menahannya kau sendiripun tidak akan membiarkan waktu itu terhenti karena waktu tidak akan pernah berhenti. Biarkan waktu terus berlalu dan aku tidak akan pernah melupakan dirimu. Sampai selamanya kau akan tetap ada di hatiku dan aku tidak akan pernah melupakanmu. Tempatmu di dalam hatiku akan tetap ada. Tempatmu dalam hatiku yang kosong sekarang ini tidak akan aku gantikan dengan siapapun dan dengan apapun. Biarkan tempat di hatiku untukmu yang kosong ini akan tetap kosong karena aku akan terus menanti waktunya kita akan bersama lagi dan kau sendiri yang akan mengisi kekosongan hatiku. Dan satu hal jangan suruh aku mengisi tempat kosong dalam hatiku ini dengan sesuatu yang lain karena tidak akan pernah aku isi hatiku ini dengan sesuatu yang lain.

Akhir kataku dan aku percaya ini bukan yang terakhir, aku tetap mengasihimu seperti yang dulu dan tempatmu di dalam hidupku tidak akan pernah aku gantikan dengan apapun juga. Thanks for being my best friend

August 14th, 2008

Second Chance

Posted by kokoloong in Uncategorized

Aku sebenarnya bingung mau nulis apa tapi isi hatiku saat ini benar-benar di ujung tanduk…. Sebenarnya aku sudah mau menulis blog ini dari dulu tapi aku baru berani menyampaikannya sekarang. Intinya adalah aku sebenarnya senang banget aku yang sekarang ini sudah bisa menyiapkan diriku dengan perpisahan. Memang sebenarnya kalau mau dibilang di dalam hati ini mau berkata aku belom siap bahkan semuanya sangat mendadak tapi entah kenapa aku yang harus mempersiapkan diriku karena tidak ada kata siap di dalam kamusNya Tuhan. Hehehe….

Hari ini aku baru aja dateng ke poksar untuk KKR Victory. Sebenarnya aku males dateng sih soalnya aku tahu satu hal dalam poksar ini aku nggak akan turut ikut ambil bagian di sini. Apalagi pada waktu aku dateng di saat yang kurang tepat. Kenapa kok bisa kurang tepat? Karena aku dateng terlambat dan tepat pada waktu yang sama Ko Philip menyampaikan khotbah dan langsung berkata tentang kota “Bandung”. Entah itu peneguhan atau kebetulan tapi aku langsung tersentak…. Huaaa…. Aku memang harus siap2 sedia nih. Hehehehehe

Singkat cerita dari kisah itu imanku mulai muncul lagi. Aku mulai punya hati bener-bener buat jiwa-jiwa. Aku pingin dipakai Tuhan sekali lagi di kotaku tercinta ini, Surabaya. Waktu itu aku cuman bisa bilang sama Tuhan satu hal. “Tuhan. Pakai aku sekali lagi Tuhan buat kotaku tercinta ini. Aku pingin dipakai Tuhan sekali lagi untuk KKR ini. Aku mau kerja mati-matian karena aku tahu inilah KKR buat aku yang terakhir kalinya di Surabaya. Setelah itu aku hanya bisa mendengar kalau memang ada kebangunan rohani yang benar-benar luar biasa tanpa aku bisa turut ikut ambil bagian di dalamnya. Maksudnya disini itu KKR yang di Surabaya lo ya… bukan di tempat lain. Kalau di tempat lain aku percaya aku juga mau kerja mati-matian juga. Tapi untuk kebangunan rohani di Surabaya aku hanya bisa bekerja lewat doa saja tanpa bisa bekerja sampai masuk ke sekolah-sekolah atau membagikan undangan di bawah teriknya matahari atau disiram hujan atau aku merasakan terpaan angin badai waktu aku membagikan undangan dari rumah ke rumah.

Waktu aku tahu inilah KKR terakhir di Surabaya buat diriku atau malah bisa dibilang aku mungkin akan melewatinya tanpa aku bisa bekerja mati-matian aku langsung menangis di hadapan Tuhan. Aku hanya berkata “Tuhan, berikan aku kesempatan kedua untuk ikut kerja mati-matian di KKR ini. Aku mohon Tuhan! Tapi kalau memang waktuku dalam pergerakan ini sudah habis aku mau ikut rencanaMu saja. Kalau memang kontrak kerjaku denganMu untuk KKR di Surabaya sudah habis biarlah aku tidak mau memperpanjangnya kembali tapi aku mau melakukan kontrak kerjaku dengan Tuhan di ladang lain. Tapi Tuhan kalau bisa berikan aku kesempatan kedua untuk aku benar-benar bisa bekerja di ladangMu ini untuk yang terakhir kalinya. Kalau memang aku diberikan kesempatan kedua. Tuhan benar-benar baik bagiku karena kesempatan kedua ini tidaklah didapatkan oleh semua orang. Tapi kalau memang Tuhan tidak memberikan aku kesempatan kedua, biarlah aku tahu satu hal di dalam hidupku. Aku tidak akan menyia-nyiakan waktu Tuhan karena waktu Tuhan itu sempit untuk jiwa-jiwa karena jiwa-jiwa sedang menanti untuk diselamatkan.”

Biar Tuhan lewat kejadian ini diriku belajar satu hal kalau aku memang harus bekerja di ladangNya Tuhan mati-matian sebelum waktunya datang “kontrak kerja” kita dengan Tuhan telah habis dan kita tidak bisa memberikan apa-apa pada Tuhan walaupun hati kita terlebih rindu untuk memberikan yang terbaik. Tetapi apa daya kontrak kerja kita engan Tuhan sudah habis. Akhir kata aku menyadari “Kita tidak akan merasa kehilangan sampai kita kehilangan sesuatu. Jangan sampai kita merasa kehilangan tetapi bekerjalah semaksimal mungkin sehingga kita tidak akan kehilangan kesempatan yang berharga itu.” ^^

August 9th, 2008

Aku harus tertawa atau menangis?

Posted by kokoloong in Uncategorized

Tiap kita pasti bisa merencanakan sesuatu dan memang kita pasti juga punya rencana dalam hidup kita. Apalagi ada juga istilahnya “If you fail to plan so you plan to fail” (Kalau kita gagal dalam merencanakan berarti kita sedang merencanakan kegagalan). Begitu juga aku dalam hidup ini dan biarkan aku menyatakan isi hatiku ini. Aku tidak tahu harus menangis atau tertawa untuk hal yang satu ini.

Aku punya rencana untuk melanjutkan studiku yang sudah kutempuh dengan susah payah walau memang tidak sampai mencucurkan darah. Tetapi perjuanganku yang satu ini perlu diacungi jempol karena memang perjuanganku ini penuh dengan keringat yang tidak murah….. Aku berhasil menempuh masa studiku di Surabaya dengan gilang gemilang dan berhasil walau memang hasilnya tidak sebaik yang aku inginkan dan tidak sebaik yang orang-orang lain perkirakan. Tetapi bagiku hasil nilai itu sudah merupakan prestasiku yang cukup besar apabila dilihat dari masa laluku yang kelam.

Aku berencana untuk melanjutkan studiku ini bukan di Surabaya tetapi aku ingin sekali melanjutkannya di kota lain di luar Surabaya karena memang lebih berprospek dan lebih sesuai dengan tujuan hidupku ini. Oleh karenanya aku menghabiskan waktu kira-kira 1 minggu yang lalu untuk mencari sekolah yang cocok untuk diriku.

Namun hal yang sungguh tidak disangka-sangka terjadi. Aku menemukan sekolah itu sangat singkat dan memang segala sesuatunya seolah-olah telah diatur sebelumnya dengan sangat rapi. Sekolah itu sudah ada di depan mata, selain itu aku sedang mencari tempat musik untukku mengajar juga, ternyata aku langsung menemukannya di hari itu. Aku juga tidak mau hanya oleh karena dua hal tersebut. Aku meminta tempat tinggal yang nyaman dan sepadan dengan diriku. Tenryata di hari yang sama aku menemukannya juga. Tidka puas sampai di situ aku mencari komunitas bagiku untuk tetap eksis di luar Surabaya tersebut dan aku menemukannya tepat di hari yang sama.

Hanya 1 hal yang ada di dalam benakku waktu itu. Memang seakan-akan aku menemukan tempat untukku pindah keluar Surabaya yang sesuai dengan seluruh aspek hidupku mulai dari studi, tempat tinggal, komunitas, pekerjaan, dan segala sesuatu yang sesuai dengan diriku ini. Aku senang sekali aku bisa menemukan semuanya itu hanya dalam 1 hari dan aku senang sekali aku berhasil menemukan semua yang aku butuhkan di tempatku yang baru ini.

Namun permasalahannya adalah aku merencanakan semuanya itu untuk tahun depan. Bukan untuk tahun ini. Intinya aku tidak siap apabila memang aku harus pindah tahun ini. Tetapi waktu untuk pendaftarannya sangat menggoncang diriku. Aku harus mendaftar disana paling lambat bulan depan……

Memang semuanya terkesan mendadak. Aku harus meninggalkan Surabaya dalam kurun waktu ½ bulan dari sekarang…. Oooo…. Aku tidak siap untuk waktu itu. Aku mau sesuai dengan rencanaku saja. Aku mau melanjutkan studiku tahun depan saja karena masih ada banyak hal yang belum aku lakukan di Surabaya ini dan aku juga masih punya banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan di Surabaya ini. Tetapi aku tahu satu hal saja…..

Waktu aku mengkonfirmasikan semua pekerjaan yang harus aku lakukan di Surabaya, ternyata semuanya seolah-olah terselesaikan dengan baik. Aku bisa meninggalkan semua pekerjaanku di Surabaya ini tanpa ada suatu beban khusus karena memang semua orang di Surabaya ini sepertinya sudah mengetahui aku akan pergi dan mereka siap untuk hal itu. Tetapi tidak bagi diriku ini. Aku belum siap! Aku masih belum menikmati masa-masa indahku di Surabaya ini. Mengapa waktu untuk aku menikmati semua yang tersisa ini hanya sebentar? Hanya ½ bulan saja? Mengapa?

3 jam aku menghabiskan waktuku untuk bertanya pada beberapa orang-orang dekat yang akan aku tinggalkan dan aku bertanya “Bagaimana apabila aku harus meninggalkan Surabaya dalam waktu yang singkat. Aku hanya diberikan waktu ½ bulan untuk menikmati masa-masa indahku bersama dengan mereka dan aku akan pergi meninggalkan mereka. Apakah mereka tidak keberatan untuk hal tersebut?” Dan jawaban yang aku terima sungguh membuatku sedih sekaligus senang. Aku tidak tahu harus menangis atau aku harus tertawa. Tidak ada satu orangpun yang berkata “Jangan pergi!!!!” Semuanya sepertinya sudah tahu apabila aku akan meninggalkan mereka dalam waktu yang cukup singkat. Sehingga mereka berusaha untuk menghabiskan waktu mereka untuk bersama denganku tetapi….. aku tidak merasa demikian. Aku tidak banyak menghabiskan waktuku dengan mereka…. Aku masih belum puas berada bersama mereka…..

Jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam ini ada perasaan yang berkata…. “Mengapa tidak ada satu orangpun yang berkata ‘Jangan pergi’ Mengapa kalian semua merelakan aku begitu mudahnya walaupun memang tidak mudah bagi kalian… tapi aku sedih sekali aku harus meninggalkan kalian semua begitu cepatnya….”

Habis sudah air mataku saat ini. Aku tidak tahu harus menangis atau tertawa. Aku bisa melakukan keduanya sekaligus saat ini. Tetapi biarkan aku berkata…
“Terima kasih teman, sahabat, bahkan saudaraku untuk semua waktu ini. Aku bersyukur pernah mengenal kalian semuanya. Terima kasih telah merelakan aku pergi walau memang hati kalian tidak berkata begitu tetapi kalian bisa membohongi perasaan kalian semua. Aku pasti akan merindukan kalian semua karena memang kalian sudah banyak menghabiskan waktu bersama denganku tetapi aku belum menghabiskan waktu-waktuku bersama dengan kalian. Di dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku masih mau memperpanjang waktuku ini. Tetapi biar kehendak Tuhanlah yang terlaksana di dalam hidupku. Thanks for all”

August 9th, 2008

Posted by kokoloong in Uncategorized

Tiap kita pasti bisa merencanakan sesuatu dan memang kita pasti juga punya rencana dalam hidup kita. Apalagi ada juga istilahnya “If you fail to plan so you plan to fail” (Kalau kita gagal dalam merencanakan berarti kita sedang merencanakan kegagalan). Begitu juga aku dalam hidup ini dan biarkan aku menyatakan isi hatiku ini. Aku tidak tahu harus menangis atau tertawa untuk hal yang satu ini.

Aku punya rencana untuk melanjutkan studiku yang sudah kutempuh dengan susah payah walau memang tidak sampai mencucurkan darah. Tetapi perjuanganku yang satu ini perlu diacungi jempol karena memang perjuanganku ini penuh dengan keringat yang tidak murah….. Aku berhasil menempuh masa studiku di Surabaya dengan gilang gemilang dan berhasil walau memang hasilnya tidak sebaik yang aku inginkan dan tidak sebaik yang orang-orang lain perkirakan. Tetapi bagiku hasil nilai itu sudah merupakan prestasiku yang cukup besar apabila dilihat dari masa laluku yang kelam.

Aku berencana untuk melanjutkan studiku ini bukan di Surabaya tetapi aku ingin sekali melanjutkannya di kota lain di luar Surabaya karena memang lebih berprospek dan lebih sesuai dengan tujuan hidupku ini. Oleh karenanya aku menghabiskan waktu kira-kira 1 minggu yang lalu untuk mencari sekolah yang cocok untuk diriku.

Namun hal yang sungguh tidak disangka-sangka terjadi. Aku menemukan sekolah itu sangat singkat dan memang segala sesuatunya seolah-olah telah diatur sebelumnya dengan sangat rapi. Sekolah itu sudah ada di depan mata, selain itu aku sedang mencari tempat musik untukku mengajar juga, ternyata aku langsung menemukannya di hari itu. Aku juga tidak mau hanya oleh karena dua hal tersebut. Aku meminta tempat tinggal yang nyaman dan sepadan dengan diriku. Tenryata di hari yang sama aku menemukannya juga. Tidka puas sampai di situ aku mencari komunitas bagiku untuk tetap eksis di luar Surabaya tersebut dan aku menemukannya tepat di hari yang sama.

Hanya 1 hal yang ada di dalam benakku waktu itu. Memang seakan-akan aku menemukan tempat untukku pindah keluar Surabaya yang sesuai dengan seluruh aspek hidupku mulai dari studi, tempat tinggal, komunitas, pekerjaan, dan segala sesuatu yang sesuai dengan diriku ini. Aku senang sekali aku bisa menemukan semuanya itu hanya dalam 1 hari dan aku senang sekali aku berhasil menemukan semua yang aku butuhkan di tempatku yang baru ini.

Namun permasalahannya adalah aku merencanakan semuanya itu untuk tahun depan. Bukan untuk tahun ini. Intinya aku tidak siap apabila memang aku harus pindah tahun ini. Tetapi waktu untuk pendaftarannya sangat menggoncang diriku. Aku harus mendaftar disana paling lambat bulan depan……

Memang semuanya terkesan mendadak. Aku harus meninggalkan Surabaya dalam kurun waktu ½ bulan dari sekarang…. Oooo…. Aku tidak siap untuk waktu itu. Aku mau sesuai dengan rencanaku saja. Aku mau melanjutkan studiku tahun depan saja karena masih ada banyak hal yang belum aku lakukan di Surabaya ini dan aku juga masih punya banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan di Surabaya ini. Tetapi aku tahu satu hal saja…..

Waktu aku mengkonfirmasikan semua pekerjaan yang harus aku lakukan di Surabaya, ternyata semuanya seolah-olah terselesaikan dengan baik. Aku bisa meninggalkan semua pekerjaanku di Surabaya ini tanpa ada suatu beban khusus karena memang semua orang di Surabaya ini sepertinya sudah mengetahui aku akan pergi dan mereka siap untuk hal itu. Tetapi tidak bagi diriku ini. Aku belum siap! Aku masih belum menikmati masa-masa indahku di Surabaya ini. Mengapa waktu untuk aku menikmati semua yang tersisa ini hanya sebentar? Hanya ½ bulan saja? Mengapa?

3 jam aku menghabiskan waktuku untuk bertanya pada beberapa orang-orang dekat yang akan aku tinggalkan dan aku bertanya “Bagaimana apabila aku harus meninggalkan Surabaya dalam waktu yang singkat. Aku hanya diberikan waktu ½ bulan untuk menikmati masa-masa indahku bersama dengan mereka dan aku akan pergi meninggalkan mereka. Apakah mereka tidak keberatan untuk hal tersebut?” Dan jawaban yang aku terima sungguh membuatku sedih sekaligus senang. Aku tidak tahu harus menangis atau aku harus tertawa. Tidak ada satu orangpun yang berkata “Jangan pergi!!!!” Semuanya sepertinya sudah tahu apabila aku akan meninggalkan mereka dalam waktu yang cukup singkat. Sehingga mereka berusaha untuk menghabiskan waktu mereka untuk bersama denganku tetapi….. aku tidak merasa demikian. Aku tidak banyak menghabiskan waktuku dengan mereka…. Aku masih belum puas berada bersama mereka…..

Jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam ini ada perasaan yang berkata…. “Mengapa tidak ada satu orangpun yang berkata ‘Jangan pergi’ Mengapa kalian semua merelakan aku begitu mudahnya walaupun memang tidak mudah bagi kalian… tapi aku sedih sekali aku harus meninggalkan kalian semua begitu cepatnya….”

Habis sudah air mataku saat ini. Aku tidak tahu harus menangis atau tertawa. Aku bisa melakukan keduanya sekaligus saat ini. Tetapi biarkan aku berkata…
“Terima kasih teman, sahabat, bahkan saudaraku untuk semua waktu ini. Aku bersyukur pernah mengenal kalian semuanya. Terima kasih telah merelakan aku pergi walau memang hati kalian tidak berkata begitu tetapi kalian bisa membohongi perasaan kalian semua. Aku pasti akan merindukan kalian semua karena memang kalian sudah banyak menghabiskan waktu bersama denganku tetapi aku belum menghabiskan waktu-waktuku bersama dengan kalian. Di dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku masih mau memperpanjang waktuku ini. Tetapi biar kehendak Tuhanlah yang terlaksana di dalam hidupku. Thanks for all”