The Travelling Musician

July 24th, 2008

I will prove that I can!

Posted by kokoloong in Uncategorized

<!–
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin:0cm;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
@page Section1
{size:612.0pt 792.0pt;
margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;
mso-header-margin:35.4pt;
mso-footer-margin:35.4pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

Suatu hari yang indah! Itu ungkapan dari hatiku buat hari
ini. Kenapa kok bisa begitu? Karena aku main di suatu orchestra hari ini. Memang
bukan orchestra yang bener-bener bagus sih. Memang biasa aja, tapi ada sesuatu
yang membuatnya special banget di hatiku. Apakah itu? Karena aku hari ini bisa
main di depan orang-orang yang memang aku kasihi. Siapakah mereka itu? Mereka
adalah mama dan papaku. ^^ Hehehe… senang sekali rasanya.

 

Memang rasanya ini itu klasik banget dan klise banget. Tapi waktu
aku main di depan mereka dan lihat mereka memperhatikan aku dari bangku
penonton itu rasanya….. aku pingin banget memberikan yang terbaik buat mereka. Aku
pingin banget membuat mereka itu bangga sama aku. Aku berusaha untuk memainkan
melodi terindah yang aku bisa suarakan buat mereka. Aku pinginnnnn….. banget
membuat mereka bangga sama aku karena aku memang selama ini kurang membahagiakan
mereka. Biar dari konser kali ini walaupun bukan konser tunggalku, tapi aku mau
membuktikan pada mereka bahwa aku sendiri pun mampu untuk berdiri sendiri tanpa
bantuan mereka. Biar mereka puas sudah mendidik aku sedemikian jauhnya.

 

Walaupun kenyataannya aku hanya bermain biola di tengah
kerumunan orang-orang yang juga bermain biola, tapi aku pinginnnn banget
memberikan yang terbaik. Memang walaupun aku salah main sekalipun, aku tidak
begitu menarik perhatian publik. Yang menjadi perhatian publik so pasti adalah
orang yang bermain biola tunggal. Kalau dia sampai salah mati dahhhhhh…. Kenapa
kok begitu? Ya

kan

karena dia ini tontonan semua orang dan kalau sampai dia salah ya semua orang sudah
pasti tahu. Kalau aku sendirian yang salah, mana ada orang yang tahu

kan

. Hahahhaha… tapi
entah kenapa waktu itu aku merasa…. Aku ini juga sedang bermain biola tunggal. Siapa
penonton tunggalku? Mereka adalah orang tuaku itu. Aku kerasa banget dari sini
aku pingin memberikan yang terbaik. Memang yang pertama untuk Tuhan tapi
setelah itu aku pingin memberikan melodiku ini buat kedua orang tuaku.

 

Hal ini ternyata nggak hanya berlaku buat orang tua kita lo.
Terkadang kita juga pingin memberikan yang terbaik buat orang yang kita kasihi.
Orang yang memang udah dukung kita banyak. Mereka yang berjaga-jaga buat jiwa
kita. Kalau memang kita ini anak yang baik, pasti ada keinginan di dalam diri
kita sendiri untuk membuktikan buat orang yang membimbing kita sampai sejauh
ini.

“Lihat aku sekarang ya! Aku sekarang ini juga udah besar dan
aku bisa berkembang sendiri. Lihat! Aku buktikan sekarang di depan panggung aku
bisa bermain biola sendiri tanpa bantuan dari kamu Lho!”

 

 Bukannya mau sombong
di depan mereka tapi kita pinginnnn banget membuktikan pada mereka kalau kita
ini sekarang udah dewasa dan kita ini bisa berdiri sendiri lo… waktu itu
rasanya….. Banggaaaaaaaaa banget ma diriku sendiri dan aku senengggggggggg
banget bisa membuat mereka bangga… Hahahhaha

 

Yah aku pingin sih membuktikan lagi pada dunia kalau aku
yang selama ini dipandang rendah dan nggak mungkin bisa apa-apa ternyata bisa
mengalahkan dunia ini.. Hehehehe…. Cia yo buat diriku sendiri!! ^^v

July 20th, 2008

Cinderella story

Posted by kokoloong in Uncategorized

<!–
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin:0cm;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
@page Section1
{size:612.0pt 792.0pt;
margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;
mso-header-margin:35.4pt;
mso-footer-margin:35.4pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

She spins and she
sways
To whatever song plays
Without a care in the world
And I’m sitting here wearing
The weight of the world on my shoulders

It’s been a long day
And there’s still work to do
She’s pulling at me
Saying "Dad, I need you

There’s a ball at the castle
And I’ve been invited
And I need to practice my dancing
Oh, please, Daddy, please?"

So I will dance with Cinderella
While she is here in my arms
‘Cause I know something the prince never knew
Oh, I will dance with Cinderella
I don’t want to miss even one song
‘Cause all too soon the clock will strike midnight
And she’ll be gone…

She says he’s a nice guy and I’d be impressed
She wants to know if I approve of the dress
She says, "Dad, the prom is just one week away
And I need to practice my dancing
Oh, please, Daddy, please?"

So I will dance with Cinderella
While she is here in my arms
‘Cause I know something the prince never knew
Oh, I will dance with Cinderella
I don’t want to miss even one song
‘Cause all too soon the clock will strike midnight
And she’ll be gone

She will be gone

Well, she came home today with a ring on her hand
Just glowing and telling us all they had planned
She says, "Dad, the wedding’s still six months away
But I need to practice my dancing
Oh, please, Daddy, please?"

So I will dance with Cinderella
While she is here in my arms
‘Cause I know something the prince never knew
Oh, I will dance with Cinderella
I don’t want to miss even one song
‘Cause all too soon the clock will strike midnight
And she’ll be gone

 

 

Salah satu lagu dari Steven Curtis Chapman yang
menggambarkan isi hatiku. Entah kenapa tiap kali aku denger lagu ini aku kerasa
kayak aku ini papanya Cinderella yang tahu kalau anaknya bakalan nemuin si
Prince with white horse. Hehehhehehe

 

Cerita yang aku buat ini akan sangat berbeda dengan cerita
Cinderella versi aslinya. Tetapi biarkan aku membuat cerita ini sesuai
imajinasi yang ada di dalam hatiku ya… Hahahahah… karena di tempat ini semua
orang bebas sebebas-bebasnya. Bahkan mau terbang tinggi pun silahkan. Hehehhe

 

Cinderella. Seorang yang masih sangat muda belia. Rupanya sangat
indah. Dialah satu-satunya manusia yang pasti bisa memikat hati pangeran di
istana. Kenapa hanya Cinderella yang bisa memikat hati pangeran? Karena apa
yang tidak dimiliki oleh orang lain dimiliki oleh Cinderella ini.

 

Rupanya bukan hanya pangeran yang seperti itu, seseorang
yang hanya bisa memikat hati Cinderella hanyalah pangeran seorang. Tiada lagi orang
seindah apapun di muka bumu ini yang lain. Hingga akhirnya takdir harus
mempertemukan mereka  secara kebetulan
yang sangat kebetulan.

 

Pangeran yang mempunyai kehidupan yang sangat mapan ini entah
merasakan apa di dalma hidupnya yang membuatnya harus mengalami kebosanan di
dalam hidupnya. Pangeran pun memutuskan untuk berjalan-jalan di kehidupan
rakyat jelata yang tidak mungkin layak baginya. Mengetahui hal itu pun akhirnya
pangeran memutuskan untuk berjalan-jalan dengan menggunakan topeng. Dia akan
mengganti namanya dan dia menggunakan baju terburuk yang pernah ada di istana.

 

Tibalah akhirnya hari itu. Pangeran memutuskan untuk
berjalan-jalan di luar istana hingga dia tiba di pasar. Entah karena takdir
entah karena Tuhan memang sudah mempertemukan mereka. Cinderella pun bertemu di
pasar dengan tidak sengaja. Mereka bertemu dan bertatap muka. Pada awalnya pun
pangeran tidak berani untuk membuka dirinya namun Cinderella sudah mampu untuk
membuka dirinya dengan sebebas-bebasnya. Cinderella mulai bercakap-cakap dengan
pangeran pujaan hatinya itu. Mereka pun mulai memasuki pembicaraan hingga
akhirnya tibalah sore hari. Mereka harus berpisah satu sama lain. Akhirnya
mereka pun memutuskan untuk berpisah hari itu namun janji antara mereka harus
ditepati. Pada waktu dan jam yang sama mereka harus bisa bertemu di tempat ini.

 

Waktu demi waktu pun berlalu mereka saling berhubungan satu
sama lain hingga akhirnya mereka saling mencintai satu sama lainnya. Namun mereka
tahu bahwa mereka tidak mungkin untuk terus melanjutkan hubungan ini karena
Cinderella dan pangeran tidak mungkin akan bersatu. Bukan hanya karena mereka
berbeda secara kedudukan tetapi banyak hal yang membuat mereka tidak akan dapat
bersama. Tetapi entah kenapa waktu mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan
itu mereka seakan-akan dunia tidak berpihak pada mereka. Mereka terus menerus
melanjutkan hubungan itu walaupun mereka tahu hubungan mereka tidak akan
berlanjut….

 

Hubungan itu terus berlanjut hingga akhirnya ayah Cinderella
sadar bahwa ada sesuatu yang berubah di dalam diri Cinderella ini. Akhirnya ayahnya
pun memutuskan untuk bertanya pada anaknya tersebut. Apakah yang sedang terjadi
di dalam diri anaknya itu? Akhirnya Cinderella pun memberanikan dirinya untuk
berkata hal yang sebenarnya apda ayahnya tersebut. Hati sang ayah pasti hancur
hati dan berkata tidak mungkin kamu akan terus meneruskan hubungan itu. Perkataan
demi perkataan terus menerus mengalir dari keduanya. Memang Cinderella tahu
kalau dia tidak akan mungkin meneruskan hubungan itu tetapi sang ayah pun juga
tahu akan hal itu. Sang ayah hanya bisa berdoa agar Cinderella tidak selamanya
terus menerus seperti ini.

 

Namun hati seorang ayah pasti tidak hanya berhenti pada
berdoa saja, sang ayah pun terus menerus berdoa hingga berpuasa hingga
melakukan segala hal yang mampu dilakukan olehnya untuk membuat hati anaknya
ini kembali lagi. Walaupun sang ayah tahu bahwa hal yang bisa dilakukannya
hanyalah berdoa saja dan cukup sampai di

sana

.
Tetapi sang ayah akan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik yang bisa
dilakukannya tetapi memang perannya hanya sebatas untuk berdoa agar anaknya mampu
mengatasi semuanya ini.

 

Satu saat yang sangat amat tidak diduga datang. Istana mengadakan
acara pesta dansa bagi semua penduduk untuk mencari siapakah yang memikat hati
pangeran. Padahal pangeran sudah tahu siapa yang memikat hatinya. Namun agar
pangeran bisa bertemu dengan Cinderella pangeran terpaksa melakukan hal ini. Diadakannya
pesta dansa untuk seluruh rakyat demi dia agar bisa bertemu dengan Cinderella.

 

Singkat cerita pesta dansa akan dimulai keesokan harinya. Cinderella
dan pangeran sudah menanti-nantikan hal ini dan mereka bersiap-siap untuk
bertemu. Cinderella pun berkata pada ayahnya “Ayah…. Kumohon untuk kali ini
saja aku mau bertemu dengan pangeran untuk menyatakan inilah pertemuan
terakhirku dengannya”. Sang ayah hanya bisa tersenyum dan berkata dengan
anaknya “Apakah kamu yakin dengan hal ini anakku?”. Namun kebulatan hati
anaknya seakan-akan tidak mungkin mengubah hatinya walaupun di jalan dia harus kecelakaan
atau dia harus mengalami broken heart
yang paling pahit yang akan dia rasakan.

 

Akhirnya sang ayah pun harus melepaskan anaknya ke pesta
dansa walaupun dia tahu bahwa pertemuan Cinderella dengan pangeran akan tidak
berlangsung lama dan ayahnya pun tahu bahwa pertemuan ini adalah yang terakhir
dan pertemuan ini akan diburu oleh waktu hanya boleh sampai jam 12 tengah malam
setelah itu jangan sampai kalian akan bertemu kembali karena memang takdir
tidak mengijinkan kalian untuk bertemu kembali.

 

“Ayah…. Boleh aku minta bantuanmu untuk mengajariku berdansa
agar aku bisa berdansa yang terbaik dengan pangeran nantinya?”. Sang ayah pun
hampir menangis melihat semuanya itu karena ayahnya tahu bahwa kalau sampai
mereka bertemu mereka akan mengalami kesedihan yang paling pahit yang akan mereka
rasakan karena apa? Karena itulah yang harus terjadi antara mereka. Sang ayah tahu
apa yang akan terjadi di depan dan sang ayah berusaha untuk menyenangkan hati Cinderella
dengan mengajarinya berdansa tetapi satu hal yang pasti sang ayah tahu dia
melakukan ini bukan untuk kebaikan Cinderella tetapi dia melakukannya untuk
membuat Cinderella menangis nantinya tetapi sang ayah tidak mau melihat
Cinderella menangis karena perkataan ayahnya walaupun sebenarnya di dalam
hatinya yang sebenarnya dia hendak mengatakan “Jangan Cinderella….”

 

 

Cerita ini akan bersambung. Apakah Cinderella akan bertemu
dengan pangeran atau tidak? Jawablah dan jawabannya akan aku terbitkan nantinya
setelah aku tahu jawabannya…. ^^

July 19th, 2008

Star

Posted by kokoloong in Uncategorized

<!–
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin:0cm;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
@page Section1
{size:612.0pt 792.0pt;
margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;
mso-header-margin:35.4pt;
mso-footer-margin:35.4pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

Hari-hari ini tak dapat kupungkiri banyak perasaanku yang
bercampur aduk menjadi satu. Hahaha… mulai dari perasaan bangga yang sangat
mendalam, dukacita yang melebihi segala yang pernah mengecewakan hatiku, hingga
perasaan senang tak terlupakan yang tidak akan aku alami lagi di hari-hari
berikutnya. Namun ijinkanlah kali ini aku menceritakan kisah tentang diriku
yang tiada artinya ini bisa bangga akan diriku sendiri.

 

Malam itu entah jam berapa namun seakan malam menyibakkan
bulannya yang indah hanya untukku seorang. Di antara bulan yang bersinar terang
itu dapat kulihat adanya bintang-bintang kecil yang bergemerlapan. Ingin aku
berkata pada “Pencetak” bintang itu “Aku minta satu boleh nggak?”. Jelas dan
pasti Dia akan berkata “Jangan!! Kalau kamu ambil nanti tempatnya kosong lagian
bintang itu

kan

aslinya gede banget”. Hahahaha. Yah memang ya to. Tapi aku memberanikan diriku
waktu itu untuk minta bintang. Akhirnya aku berkata padaNya

“Minta satu opoo…. Apik soro lo. Biar bintang itu menerangi
hidupku yang sekarang ini lagi kelam. Sumpek soro rasanya aku saat-saat ini.”

“Boleh…. Kamu mau yang mana?”

“Waduhhhhh boleh ta? Ya wes kalau gitu aku mau minta yang
kecil aja tapi sinarnya terang. Hahaha. Beneran lo ya ini!”

“Iya memang aku kasih kamu bintang tapi bukan yang ada di
atas

sana

tapi sempet
ada di dalam hidupmu tapi sekarang ini kamu mulai lupa akan dia.”

“O iya ta? Mana bintang yang ada dalam hidupku ya? Hmmmm…..”

Aku mulai berpikir sejenak. Bintang apaan ya? Pasti
maksudnya manusia… siapa ya kira-kira….. Hooo……

 

Agak lama sedikit aku berpikir tetapi memang lamunanku waktu
itu beralih dari langit ke notebook yang ada di depanku ini. Wahhhh… ada
seseorang yang lagi online nih. Siapa ya? Waa.a….. ini

kan

anakku!!! Heheheh. Maksudnya anak
rohaniku. Duh kangen banget aku sama dia. Dulu kita deket banget tetapi oleh
karena satu dua hal kita harus berpisah. Tapi entah kenapa ya walaupun berpisah
aku tetep menganggap dia itu anakku.. hehhehehe. Singkat cerita aku sapa dia di
YM.

 

“Hey!”

“Wahhh koko. Kok tumben ko OL malem-malem gini?”

“Iya…. Koko kangen ma kamu. Hehehhe lama ya kita nggak
cerita-cerita”

“Iya ko. Ko sekarang aku…….”

 

Dari

sana

aku dan dia mulai mencurahkan semua yang ada dalam hatiku ini. Mulai dari
keadaanku sekarang ini hingga rencana-rencananya di masa depan. Wahhh….. banyak
sekali lo. Tetapi dari sekian banyak perkara yang kira bicarakan itu, aku hanya
tertarik pada satu hal saja. Apakah itu?

 

“Anak” rohaniku ini ternyata sekarang sudha dipakai Tuhan
banyak sekali lo. Dia sekarang ini ada rencana mau ke

Bangkok

untuk KKR di

sana

,
selain itu dia juga ada rencana mau sekolah lagi yang membuatku bergidik. Benar-benar
aku tidak menyangka kalau dia itu akan sekolah tinggiiiii…. Sekali. Bahkan aku
sendiri hanya bisa bermimpi kalau aku masuk ke sekolah itu. Waaaa…. Rencana-rencananya
ke depan benar-benar di luar dugaanku. Bahkan aku bisa berkata dia lebih dari
aku banyak sekali. Dia sekarang ini dipakai Tuhan lebih dari aku. Kalau aku
yang kayak gini ini hanya bisa dipakai Tuhan paling jauh ya…. KKR di satu
tempat terpencil di

Surabaya

tapi kok anakku ini bisa dipakai Tuhan lebih ya…. Sampai ke luar negeri lagi…
hahhahahah

 

Selain itu, dia juga cerita kalau dia ini sekarang bisa
macam-macam. “Hahahaha… benar-benar kayak aku kamu ini anakku…. Hahahahha”
Kataku membatin. Dia sekarang bisa maen keyboard, gitar, sampe macem-macem
segala. Wow…. Luar biasa!!! Aku bangga banget punya anak dia. Padahal kalau
dilihat-lihat, aku ini cuman bisa maen keyboard, mungkin yang paling keren ya
biola lah. Selain itu nggak bisa-bisa banget. Hehehe. Walaupun mungkin sekarang
ini aku bukan pemimpinnya secara langsung tapi aku cuman bisa kerasa kalau dia
ini anakku yang dipakai Tuhan luar biasa. Hehehehe….

 

Aku dari kejadian ini benar-benar diingatkan Tuhan kalau aku
memang punya bintang satu di dalam hidupku ini. Siapakah dia? Dialah anakku. Bintang
yang benar-benar bersinar terang sekali. Sampai aku bangga kalau aku melihat
dia. Apakah bintang yang aku punya cuman satu? Nggak! Aku akan punya banyak
bintang lagi untuk waktu-waktu ke depan. Aku percaya aku akan memunculkan
bintang-bintang yang akan bersinar terang pada waktunya. Mungkin sekarang ini
aku belum bisa melihat terang dari bintang yang ada dalam hidupku. Tetapi aku
percaya suatu saat nanti aku akan melihat bintang-bintang yang bersinar dalam
diriku.

 

NB : Thanks buat semua anakku yang mau membanggakan
pemimpinmu yang mengecewakan ini. Koko mengasihi kalian dan koko sayang banget
sama kalian walaupun koko terkadang nggak bisa menyatakan kalau koko sayang
sama kalian. Teruslah menjadi bintang di dunia ini ya! Hehehe.  ^^v

July 15th, 2008

RancanganMu penuh damai

Posted by kokoloong in Uncategorized

<!–
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin:0cm;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
@page Section1
{size:612.0pt 792.0pt;
margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;
mso-header-margin:35.4pt;
mso-footer-margin:35.4pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

Drrdd…… “Astaga…”
HP ku rasanya berbunyi nih…. Waduh…. Aku kudu gimana ya. Soalnya aku ini lagi
latihan buat orkestra. Tapi nggak apa-apa deh. Aku lihat dulu aja bentar. Ternyata
SMS dari temenku… hooo…… ntar aja deh aku bacanya, tapi kok rasanya SMS kali
ini agak beda ya…. Akhirnya aku memutuskan juga untuk membacanya walau hanya
sebentar.

 

“Ndre…. Gimana ini?
Adikku married pas waktu kita mau pergi nih…. Gimana ya Ndre ya….”

“Hahhhhhh?????
MASA?????”

Aku seakan-akan
nggak percaya isi SMS ku itu sendiri. Intinya…. Rencana kita batal dong???
Waduhhhhhhhhhh…… padahal aku udah rencanain dari awal looooooo…..aduhhhhhhhhhhhhh…..
semua yang aku rencanakan baik-baik, matang-matang, dan seteliti mungkin…. Aduhhhhhhhhhhhhhhhh…..
kok gini sih jadinya…. Aduhhhhhhhhhhhhh….. sedih hatiku ini…..

 

Bukan gimana-gimana
sih benernya kalo masalah uangnya. Tapi kalau sampe rencana kita nggak terjadi
itu lo… duh… rencana yang udah aku rencanain sedetil mungkin kok nggak jadi sih….
dasar!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

 

Aku ngak bisa
berbohong lagi kalau memang waktu aku pulang itu aku harus menangis dan ngomong
sama Tuhan. “Please Tuhan…. Aku nggak mau ini terjadi.”

 

Seakan-akan
waktu itu lagunya Krisdayanti yang berkata:

Yang kumau ada dirimu tapi tak begini
keadaannya

Yang kumau selalu denganmu

Jika Tuhan mau begini rubahlah semua jadi
yang kumau

Karna kuingin semua berjalan seperti yang
kumau

Nahhh…. Ini lo
doaku Tuhan…. Pleaseeeeeeeeee…… untuk yang kali iniiiiiiii aja tolong lakukan
apa rencanaku itu…..

Aku nggak mau
ngomong tapi-tapian deh untuk perkara kali ini. Beneran…. Aku nggak mau ngomong
tapi….. Sudah TITIKKKKK!!!! Tuhan harus nurut sama aku!!!!!!

 

Lembut… banget
Tuhan ngomong. Pas waktu aku udah agak reda dan aku nggak nangis kayak gimana
gitu. Intinya emosiku waktu itu udah agak stabil…..

“Ndre…. Untuk masalah
kali ini, Aku mau kamu juga merasakan apa yang Aku rasakan di taman Getsemani.
Apa Aku mau disalib dan menderita seperti itu? Apa Aku mau turun ke bumi hanya
untuk mati mengenaskan seperti itu? Aku sampai harus ketakutan luar biasa waktu
itu Ndre…. Siapa yang mau kalau seperti itu? Kamu mau menggantikan Aku waktu
itu? Bahkan aku tahu waktu itu Aku akan menjalani semuanya sendirian tanpa
ditemani dengan murid-muridKu yang aku sangat Aku sayang. Aku harus menjalaninya
sendirian. Tapi Aku tetap berkata ‘Bukan kehendakKu yang terjadi tetapi
kehendakMu saja’. Coba Ndre lewat kejadian ini kamu belajar untuk nggak egois.
OK? Aku yakin kamu mampu melalui semuanya ini Ndre.”

 

“Tapi….”

 

“Waktu itu Aku
ngomong tapi apa? Lanjutkan….”

 

“Huaaaaaaaaa……”

Aku nangis lagi
waktu itu… nggak tahu gimana enaknya…. Aku tahu… Tuhan cuman nunggu aku ngomong
‘tapi biar kehendakMu yang terjadi’. Namun seakan-akan aku nggak mau ngomong
itu!!!! Aku nggak mau nurut sama rencanaNya Tuhan!!!! Ndak
mau!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

 

Yah walaupun
memang sedih banget tapi akhirnya aku mampu juga untuk mengatakan kalau biar rencana
Tuhan aja yang terjadi aku ini biar nurut sama Dia saja….. Anyway aku langsung
nyanyi lagu ini

PenyertaanMu sempurna

RancanganMu penuh damai

Aman dan sejahtera

Walau di tengah badai

Ingin kuselalu bersama

Rasakan keindahan

Arti kehadiranMu Tuhan….

 

Biar lewat
kejadian ini aku tahu rancangan Tuhan itu aman dan rancanganku itu nggak aman….
Hahahhahahahah ^^v

July 12th, 2008

Do you love ME?

Posted by kokoloong in Uncategorized

Satu malam aku terbangun karena dering misscall satu orang. Tidak biasanya aku bisa terbangun hanya karena suara sekecil itu. Akhirnya aku terbangun juga. Ingin hatiku waktu itu langsung tertidur kembali. Tetapi ada sesuatu yang membuatku terbangun. Apakah itu? Aku sendiri pun tidak tahu.

Akhirnya aku mulai terbangun dan aku melihat jam di dekatku. Hmm… masih terlalu pagi rupanya untukku terbangun hari itu. Aku tidur sekitar pukul setengah empat dini hari dan waktu memberitahuku bahwa saat itu masih pukul empat pagi lebih 3 menit. Hhh… biarlah. Aku tidak mau mengganggu yang lainnya. Aku mulai membuka internet dan kulihat beberapa artikel yang memang aku sudah tahu sebelumnya. Hahahaha

“Ndre kamu sayang Aku nggak?”

“Hah???”

“Ndre jawab pertanyaanKu. Apa kamu bener-bener sayang sama Aku?”

Aku langsung tahu tanpa perlu menebak. Pasti ini Tuhan lagi nyuruh aku masuk hadiratNya lagi. Sebenernya aku agak malas sih. Hahahaha. Pagi-pagi buta masuk hadirat Tuhan. Apalagi kan baru aja aku selesai komsel. Masa aku mau berdoa lagi. Nggak ah… Hahahaha.

“Yah…. Tuhan aku sayang sama Kamu tapi aku lagi nggak seberapa mood berdoa. Aku pingin liat-liat internet nih Tuhan. Aku kan jarang bisa bangun pagi-pagi gini. Hehehe.”

“Gembalakan domba-dombaKu ya…”

“OK Tuhan.”

Aku mulai melihat-lihat internet lagi dan aku terus membuka lagi. Hingga… aku sadar waktu itu. Kok Tuhan tumben ya nggak nyuruh aku masuk hadiratNya waktu itu. Astaga….. Tuhan marah ma aku yang nggak mau masuk hadiratNya nih….

“Tuhan, Tuhan marah ta? Sori Tuhan aku mengecewakanMu. Aku mau masuk hadiratMu sekarang…”

“Nggak Ndre….” Kata Tuhan sambil memberikan senyum kecilNya

“Terus…. Kenapa kok Tuhan nanya itu ke aku?”

“Nggak apa-apa…. Gembalakan domba-dombaKu aja.”

“Hahhhhh???? Cuman itu doang?”

“Iya”

“Domba ya…. Siapa sih domba-dombaMu Tuhan? Banyak sih tapi aku lupa…. Hahahaha”

“Nggak apa-apa… yang penting gembalakan domba-dombaKu ya…. Soalnya kalau bukan kamu lagi siapa yang bakal menggembalakan mereka Ndre?”

“Emang Tuhan nggak bisa pake orang lain apa?”

“Bisa. Tapi Aku mau pake kamu.”

“Lho??? Kenapa harus aku???? Males aahhhhh aku nggak sayang Tuhan deh…..”

“ Hahahaha… Ndre-Ndre Aku ini tahu kamu…. Aku mau tanya sekali lagi. Apa kamu mengasihi Aku?”

“NGGAK!!!!!! NGGAK MAU KALO AKU DISURUH JADI PEMIMPIN!!!  NDAAAKKKKK!!!!!”

Tuhan tetep tersenyum kecil buat aku… tapi aku nggak berani ngomong lagi. Aku memutuskan menghentikan perjalananku di dunia maya dan mengakhiri hari itu dengan melayang ke dunia mimpi saja.

“Tuhan… please lah kali ini… aku mohon Tuhan….. Aku nggak mau nek disuruh jadi pemimpin…. Kamu kan seng paling ngerti aku…. Aku takut menghadapi semuanya itu….”

“Ndre…. Tenang lah. Aku belum ngomong apapun kamu kok udah takut sendiri. Buat apa kamu takut?"

“Aku takut Tuhan…. Aku ini belum bener 100% buat jadi pemimpin. Lagian di komsel kan udah ada calon baru to buat jadi pemimpin….. Tuhan…. Aku nggak apa-apa kok nggak Kamu pakai sampe gimana gitu…. Aku takut Tuhan…..”

Air mataku pun tak berhenti meleleh dari pipiku tapi aku nggak berani mau nanya Tuhan lagi sampe akhirnya….

“Ndre jawab pertanyaan terakhir dariKu ini…. Apakah kamu sayang sama Aku?”

“Tuhan…. Please……. Jangan tanya hal itu lagi sama aku…. Aku….. aku…..” Aku cuman bisa menangis tanpa henti…

“Tuhan….. Engkau pasti tahu isi hatiku kan…. Aku sayanggggggg soro sama Kamu… Tapi Tuhan….. Aku nggak sanggup…. Aku ini terlalu hina kalau Kamu mau pakai aku…”

“Jawab pertanyaanKu saja… Apakah kamu mengasihi Aku?”

“IYA!!! AKU SAYANG KAMU TUHAN!!! AKU SAYANG KAMU!!! SAYANGGG SOROOOO!!!!”

“Gembalakan domba-dombaKu ya…”

Dari kejadian ini… aku cuman belajar 1 hal. Tuhan pasti akan tanya sama kita. Apakah memang kita sayang sama Dia atau nggak. Kalau kita jawab “Iya Tuhan.” Ingat satu hal…. Tuhan hanya mau titip domba-dombaNya buat kita. Entah kenapa aku sadar satu hal. Tuhan sayang sama jiwa-jiwa dan Tuhan pingin banget kita menjadi berkat bagi mereka. Tiap kali aku berkata “Aku sayang Engkau Tuhan….” JawabNya cuman satu buatku. “Gembalakan domba-dombaKu ya….” ^^v

July 5th, 2008

Ingin hatiku ini ^^

Posted by kokoloong in Uncategorized

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:SimSun;
panose-1:2 1 6 0 3 1 1 1 1 1;
mso-font-alt:宋体;
mso-font-charset:134;
mso-generic-font-family:auto;
mso-font-format:other;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:1 135135232 16 0 262144 0;}
@font-face
{font-family:"\@SimSun";
panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;
mso-font-charset:134;
mso-generic-font-family:auto;
mso-font-format:other;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:1 135135232 16 0 262144 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin:0cm;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-font-family:SimSun;
mso-fareast-language:ZH-CN;}
@page Section1
{size:612.0pt 792.0pt;
margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;
mso-header-margin:36.0pt;
mso-footer-margin:36.0pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

Bagaimana
mungkin bisa seperti itu?

Memang tidak ada
satu katapun yang mampu menceritakan begitu luar biasanya kejadian ini

Tapi memang
kenyataan yang ada seperti itulah

 

Tak bisa
kubayangkan….

Layaknya setetes
embun yang jatuh ke bumi yang begitu luas….

Demikianlah pula

Suatu saat
secercah jiwa yang baru muncul….. ke dalam dunia ini

Seakan-akan
tiada yang perduli

Namun waktu
kulihat kembali……. Yah…. Seorang anak telah lahir….

Tandanya di
angkasa yang luas ini ternyata masih ada keajaiban

Sebuah jiwa
layaknya kertas putih yang kosong lahir…..

Entah akan
dicoret dengan warna merah, biru, jingga, kuning, ungu, atau bahkan hitam….

Yah…. Tak dapat
kupungkiri lagi. Aku kini adalah seorang ayah….

Aku sendiri yang
akan mencoret kertas putih itu…. entah aku akan melukisnya menjadi lukisan nan
indah atau lukisan penuh coretan tanpa arti…..

Tuhan…. Mampukan
aku menggembalakan domba yang kau percayakan padaku ini………….

 

Seorang anak
adalah anugerah yang tak terkira. Bahkan mungkin anak itu adalah anak rohani
sekalipun. Namun seorang anak tetap saja seorang anak. Itulah hadiah terindah
dari Tuhan…. Kini kertas putih itu milikmu. Entah akan kau lukis dengan tinta
merah, putih, hitam, hingga akan menjadi suatu karya seni yang indah……

 

Lukiskanlah
lukisan yang terindah yang pernah ada di kertas putih itu